EmitenNews.com - Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited mengempit 15 persen saham Pertamina Geothermal Energy atau PGE (PGEO). Itu setelah Masdar memborong 6.209.421.300 helai alias 6,2 miliar eksemplar. Transaksi tersebut difasilitasi Mandiri Sekuritas. 


Dengan perampungan transaksi itu, timbunan saham perusahaan berbasis di Walkers Professional Services 24th Floor, Al Sila Tower, Abu Dhabi Global Market Square tersebut, menjadi 6,2 miliar lembar atau 15 persen. 


Kalau dikalkulasi dengan harga initial public offering (IPO) PGE di level Rp875 per lembar, maka nilai pembelian Masdar senilai Rp5,43 triliun. Selain Masdar, Indonesia Investment Authority (INA) disebut menyerok 5 persen saham perdana PGE. Namun, tidak jelas berapa helai tepatnya, INA ambil bagian dalam pembelian saham perdana PGE tersebut.


Saat ini pemegang saham PGE terdiri dari Pertamina Power Indonesia 28,56 miliar lembar alias 69,01 persen, Pertamina Pedeve Indonesia 2,47 miliar saham setara 5,99 persen, dan publik 10,35 miliar eksemplar atau 25 persen. 


PGE kemarin sukses menggelar penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) dengan melepas 10,35 miliar eksemplar. Saham baru setara 25 persen dengan harga Rp875 per lembar, PGE meraup dana Rp9,05 triliun. Sayangnya, debut PGE di lintasan pasar modal kurang mulus.


Menjadi perusahaan tercatat ke-19 di BEI tahun ini, saham perdana Cucu usaha Pertamina itu, kurang memikat pelaku pasar. Sem sempat dibuka melesat 5,72 persen menjadi Rp925, lalu terus anjlok ke level ARB menjadi Rp815. Pada pukul 09.40 WIB, saham PGE berayun di kisaran Rp825 atau turun 50 poin dari harga IPO senilai Rp875.


Pada akhir sesi perdagangan, saham PGE stagnan alias tidak beringsut dari harga IPO sejumlah Rp875. Sepanjang perdagangan itu, saham PGE sempat menyentuh level tertinggi Rp925, terendah Rp815, dan rata-rata beredar di posisi Rp835. Saham PGE ditransaksikan 6 juta lot senilai Rp488,82 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar Rp36,22 triliun. 


Direktur Utama PGEO Ahmad Yuniarto mengklaim IPO untuk mendukung rencana mengembangkan kapasitas terpasang sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang. Perseroan menarget peningkatan basis kapasitas terpasang dari 672 MW saat ini menjadi 1.272 MW pada 2027. ”Pastinya, untuk mengakselerasi pertumbuhan, dan mengembangkan seluruh value chain sumber daya panas bumi Indonesia, sesuai tagline PGE Energizing Green Future,” tegasnya. (*)