EmitenNews.com - .Sebelum bertolak ke Tanah Air, dari London, Inggris, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Qasr Al Watn, Abu Dhabi. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Dalam sambutannya, MBZ menyampaikan apresiasi atas kunjungan Prabowo beserta delegasi ke PEA. Ia menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bidang perdagangan, investasi, hingga kerja sama pembangunan. Presiden tiba di Indonesia, Minggu (24/11/2024), usai lawatan 16 hari ke sejumlah negara. 

Seperti dikutip dari Biro Sekretariat Presiden Prabowo, Sabtu (23/11/2024), MBZ mengungkapkan, hubungan negaranya dengan Indonesia, bukan baru dimulai hari ini. Tetapi, sudah saling mengenal sekian tahun.

“Saya bangga dengan hubungan ini. Insyaallah, hubungan ini semakin membaik dan berkembang bagi kedua bangsa dan negara di tahun-tahun mendatang," kata MBZ.

Sebelumnya, tiba di Istana Qasr Al Watn Abu Dhabi, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan.

MBZ juga menyoroti beberapa capaian konkret dari kerja sama kedua negara. Termasuk pertumbuhan perdagangan nonmigas yang mencapai 12 persen pada tahun lalu dengan nilai sekitar USD4,6 miliar. Ia optimistis target perdagangan senilai USD10 miliar dapat terwujud melalui implementasi perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif dan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.

Selain itu, PEA dan Indonesia juga telah menjalin kerja sama di berbagai sektor strategis. Di antaranya, energi terbarukan, aksi iklim, kecerdasan buatan, pendidikan, dan keamanan pangan.

"Ini semua memastikan bahwa kita hari ini berangkat dari fondasi yang kokoh. Insyaallah kita akan lebih memperkuat pondasi ini, memperluas cakupan bidang kerja sama, dan mempergunakan setiap peluang yang tersedia," ungkap MBZ.

Sementara itu, Prabowo Subianto dalam sambutannya turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah dan rakyat PEA. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk melanjutkan hubungan baik ini di bawah kepemimpinannya.

Pada bagian lain pidatonya, Presiden Prabowo mengungkapkan, prioritasnya dalam pemerintahannya ke depan adalah pertama untuk menjamin keamanan dan ketahanan pangan. Kedua, ketahanan energi, dan selanjutnya melaksanakan hilirisasi processing dari pada semua bahan baku di Indonesia supaya mendapatkan nilai tambah.