EmitenNews.com - Hingga akhir Juni 2026, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) meraih pendapatan Rp3,42 triliun. Terdapat kenaikan dari pendapatan Rp3,30 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari laporan keuangan perseroan seperti dikutip Minggu (26/7/2026), menyebutkan, beban naik menjadi Rp2,40 triliun dari Rp2,36 triliun dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp1,02 triliun dari Rp940,97 miliar.

Untuk laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp828,97 miliar naik dari Rp762,29 miliar tahun sebelumny. Laba per saham dasar menjadi Rp56 naik dari Rp51.

Kemudian jumlah liabilitas turun menjadi Rp14,11 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Rp14,81 triliun hingga 31 Desember 2025. Jumlah aset mencapai Rp25,06 triliun hingga 30 Juni 2026 turun dari Rp25,47 triliun hingga 31 Desember 2025.

Sebelumnya PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menyampaikan laporan perkembangan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Perseroan memenuhi kepatuhan regulasi dalam menjaga stabilitas kinerja pasar modal di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Terdapat dua periode utama aksi buyback saham yang sedang berjalan proses pengalihannya. Pertama, diselesaikan pada periode 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025 dengan mengamankan 190.000.000 lembar saham pada harga rata-rata Rp774,41.

Aksi buyback kedua diselesaikan pada periode 20 Februari hingga 17 Maret 2026, yang menjaring sebanyak 100.000.000 lembar saham dengan harga rata-rata Rp760,06.

Dari akumulasi tersebut, total saham hasil pembelian kembali yang wajib dialihkan oleh perseroan tercatat mencapai 290.000.000 lembar saham. ***