BFIN Sudahi Buyback Rp100 Miliar, Ini Hasilnya
Salah satu kantor usaha BFI Finance Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - BFI Finance (BFIN) menyudahi buyback senilai Rp100 miliar. Itu setelah dalam aksi itu, perseroan sukses menyerap 100 juta lembar. Buyback dilakukan dengan rata-rata harga pelaksanaan Rp760,95 per helai.
Menyusul skema harga itu, perseroan menghabiskan anggaran senilai Rp76,09 miliar. Artinya, selama periode tiga bulan, perseroan telah merealisasikan dana buyback 76,096 persen dari total anggaran Rp100 miliar. Jadi, dana buyback sisa Rp23,91 miliar alias 23,904 persen.
Dengan demikian, pelaksanaan buyback perseroan dinyatakan berakhir pada 17 Maret 2026 atau lebih cepat dari jadwal awal yaitu pada 20 Mei 2026. ”Aksi itu tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha perseroan,” tegas Iwan, Direktur BFI Finance Indonesia.
Sekadar informasi, sebelumnya perseroan menggeber buyback saham di tengah kondisi pasar berfluktuasi signifikan. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp100 miliar dari kas internal, bukan pinjaman. Jumlah saham dibeli kembali tidak melebihi 1 persen dari modal disetor.
Setelah buyback, porsi saham beredar (free float) tetap di atas 40 persen dari modal disetor. Perseroan menegaskan aksi korporasi ini tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional.
Buyback dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia di pasar reguler dan dieksekusi melalui Trimegah Sekuritas Indonesia. Pelaksanaan mulai 23 Februari 2026 dan berlangsung maksimal tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi. (*)
Related News
Akhiri 2025, Laba dan Penjualan BISI Kompak Melejit
Buyback, Japfa (JPFA) Siapkan Rp528 MiliarĀ
Naik 11 Persen, Emiten Haji Isam (JARR) Raup Penjualan Rp4,27 Triliun
Meroket 650 Persen, Laba APEX Tembus USD4,05 Juta
Mantan Pengendali Pangkas Porsi, Saham AMMS Dilepas Rp2,84 Miliar
GRPM Cetak Laba Minimalis Tapi Tumbuh Dua Digit di 2025





