EmitenNews.com - Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI, dapat dimaknai pula sebagai simbol identitas dan kedaulatan negara yang harus kita jaga dan rawat.


Bertepatan dengan HUT ke-79 Republik Indonesia, maka sebagai bentuk peringatan kemerdekaan, sekaligus bentuk edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2024.


Festival yang ketiga kalinya digelar ini mengangkat tema “Rupiah, Ambassador of Indonesia" yang bermakna Rupiah menjadi cerminan keragaman Indonesia untuk memperteguh persatuan dan nasionalisme.


Pada Jumat (16/8), seremoni perhelatan FERBI dilakukan oleh Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono didampingi lembaga mitra BI dalam pengedaran uang Rupiah, seperti Kementerian, Polri, TNI AL, Peruri, perbankan, serta asosiasi. FERBI berlangsung di Istora, GBK, Senayan, Jakarta mulai tanggal 16 s.d. 18 Agustus 2024.


Dalam acara pembukaan, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pentingnya masyarakat memahami CBP Rupiah. Pertama, Rupiah adalah mata uang simbol kedaulatan negara yang harus dijaga dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia (Cinta).


Kedua, Rupiah menunjukkan identitas dan simbol negara yang memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila dan frasa NKRI (Bangga). Terakhir, Rupiah adalah jendela Indonesia di mana melalui desain uang Rupiah kita bisa melihat perjalanan sejarah bangsa, keragaman budaya dan kekayaan bangsa (Paham).


Sebagai wujud implementasi CBP Rupiah tersebut, perlu ditanamkan kecintaan Rupiah dengan mengenali karakteristik dan desain Rupiah, memperlakukan Rupiah secara tepat, dan menjaga Rupiah dari kejahatan uang palsu atau dengan cara mengenali, merawat, dan menjaga Rupiah.


Menumbuhkan kebanggaan Rupiah di masyarakat turut dilakukan dengan menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, sebagai simbol kedaulatan negara, dan sebagai alat pemersatu bangsa.


Selain itu, diperlukan pula pemahaman peran Rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi, dan alat penyimpan nilai kemampuan. Dengan kata lain, menggunakan Rupiah untuk bertransaksi, berbelanja, dan berhemat, sesuai kemampuan.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Perry juga meluncurkan Buku “Rupiah untuk Kedaulatan Negara" sebagai bentuk aktualisasi peringatan kemerdekaan RI. Buku ini mengungkap fakta historis melalui uraian kronologis tentang Rupiah, serta merangkai kolase peran Bank Indonesia yang berhasil mengatasi berbagai tantangan dalam mendekatkan Rupiah kepada masyarakat.