BI Optimalkan Instrumen SRBI, SVBI dan SUVBI untuk Stabilkan Rupiah
:
0
Untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi, Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market.
EmitenNews.com - Untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi, Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market. Instrumen itu antara lain Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).
"Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk modal asing ke dalam negeri," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam siaran persnya.
Hingga 19 Agustus 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp899,50 triliun, 1,73 miliar dolar AS, dan 168 juta dolar AS. Penerbitan SRBI telah mendukung aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri, tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp243,27 triliun (27,04% dari total outstanding).
Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024 juga memperkuat efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter dalam mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market baik dari sisi volume maupun daya tarik imbal hasil, dan didukung kondisi fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan domestik," pungkas Erwin.(*)
Related News
Pipa Saudi Pulih, Harga Minyak Brent Turun ke USD105,5 per Barel
Kecewa Fed, Trump Minta Suku Bunga Turun di Bawah 1%
Bunga AS Naik, Dolar Melambung Sapu Mata Uang Global
The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin Pasar Saham AS Berguguran
Fed Naikkan Suku Bunga, Indeks Dow Jones Anjlok 631 Poin
The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, Ini Alasannya





