BI Rate Naik: Siapa yang Rugi, Siapa yang Untung?
:
0
BI Rate Naik: Siapa yang Rugi, Siapa yang Untung? Dok. The Business Times
EmitenNews.com - Setiap kali Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI Rate, banyak orang langsung menganggapnya sebagai kabar buruk.
"Cicilan bakal naik." "Ekonomi melambat." "Pinjaman makin mahal."
Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Kenaikan suku bunga memang membuat sebagian pihak harus mengencangkan ikat pinggang. Namun di saat yang sama, ada juga kelompok yang justru diuntungkan.
Karena dalam dunia keuangan, setiap kebijakan selalu menciptakan pemenang dan pihak yang harus beradaptasi.
Jadi, ketika BI Rate naik, siapa yang rugi dan siapa yang untung?
Siapa yang Cenderung Rugi?
1. Pemilik Utang dengan Bunga Floating
Kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya adalah mereka yang memiliki pinjaman dengan bunga mengambang.
Misalnya KPR, kredit usaha, atau pinjaman bank tertentu yang bunganya mengikuti pergerakan suku bunga pasar.
Ketika suku bunga acuan naik, bank biasanya akan menyesuaikan bunga kreditnya. Akibatnya, cicilan bulanan bisa ikut meningkat. Semakin besar utangnya, semakin terasa dampaknya.
2. Pelaku Usaha yang Bergantung pada Pinjaman
Bagi bisnis yang sedang ekspansi, kenaikan suku bunga berarti biaya modal menjadi lebih mahal. Pinjaman untuk membeli mesin, membuka cabang baru, atau menambah stok barang akan membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Related News
Sosok Paripurna Gubernur Bank Sentral, Cermin Penjaga Stabilitas Dunia
Beijing Adalah Alasan Utama Mengapa Ekonomi Iran Belum Kolaps
Deadline MSCI November, Sinyal Emas Reformasi atau Ancaman Downgrade?
Endowment Fund: Solusi Finansial Jangka Panjang Kampus Top Dunia
Menakar Target Pertumbuhan Ekonomi 2027, antara Aspirasi dan Realitas
Price Impact Ratio, Cara BEI Deteksi Saham Rentan Manipulasi?





