EmitenNews.com—PT Pelita Teknologi Global (CHIP) Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/2) setelah menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 200 juta lembar saham.

 

Direktur Utama Perseroan, Ardarini mengatakan, langkah perusahaan masuk BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.

 

"Kinerja perusahaan sampai Juli 2022 masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Ke depannya, perseroan tetap optimis dengan prospek bisnis Smart Card dan Aktivitas Konsultasi Informasi & Teknologi yang dijalankan perseroan saat ini," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (8/2/2023).

 

Sementara itu, Hasri Zulkarnaen Direktur Keuangan CHIP menyebutkan rencananya pengembangan internet of things, bahkan saat ini perseroan telah memiliki customer di Afrika tepatnya di Zambia jadi itu salah satu pengembangan yang bagus di tahun ini dengan prospek yang kita lihat bahwa di perusahaan telko kita ini group company global seperti Telkomsel itu Singtel, Xl itu Axiata, Indosat itu ooredoo. Sehingga nantinya kita bisa ikutan tender ke mereka.

 

Saat ini Ooredoo banyak di Afrika jadi potensinya sangat besar sekali, apalagi saat ini perseroan menjadi vendor utama di Ooredoo, sehingga middle east mungkin bisa masuk di situ. Pasti kami ingin menambah kerjasama dengan perusahaan lain, kami saat ini menjalin kerjasama dengan Bank BCA, dengan ini maka kami sangat bisa sekali bekerja sama dengan bank-bank lain.

 

Di Indonesia saat ini ada 5 operator provider dan CHIP baru masuk di dua operator seperti Indosat dan Hutchinson. Mungkin nanti penetrasi pasanya akan menyasar ke Telkomsel, Axiata dan juga Smartfren serta bank lain juga menggunakan chip maka ada potensi pengembangan di sana.

 

“Perseroan hingga akhir tahun 2022 memiliki income senilai Rp90-100 miliar, di tahun 2023 ini perseroan menargetkan pendapatan naik 30 persen ke Rp120 miliar dan kami sudah mendapat PO tinggal realisasi,” ujar Hasri.

 

Dari sisi pendapatan perseroan membukukan laba di tahun 2022 sebesar Rp8-9 miliar dan di tahun 2023 di targetkan tumbuh kemungkinan 10-20 persen.

 

Di Tahun 2023 kami sudah mendapatkan Pre Order dengan nilai cukup signifikan, terus ditambah modal kerja dari dana IPO sehingga bisa memutarkan dana tersebut serta melakukan penetrasi pasar ke beberapa operator di selular di Indonesia. Untuk kontrak yang di targetkan pada 2023 bisa ada di range sebesar Rp100-150 miliar dari satu operator mungkin sudah bisa di dapat.