Bisnis Data Center dan Panel, Semacom (SEMA) Raih Lisensi dari Siemens dan Hyundai
:
0
EmitenNews.com -PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) menyampaikan prospek bisnis SEMA ke depan di bidang data center dan panel surya yang cukup baik. Manajemen SEMA menyampaikan peluang bisnis baru di sekrot telekomunikasi, industry dan data center serta peluang bisnis teknologi EV (electric vehicle) charging dan penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik.
Rudi Hartono Intan selaku Direktur Utama Perseroan menyatakan, memang dalam hal bisnis ini, terutama bisnis panel banyak sekali kompetitor. Tapi panel yang semacom produksi adalah panel type tape taste (panel yang sudah di test/uji coba) secara keseluruhan mulai dari komponennya dan sudah tersertifikasi dan semacom mendapat lisensi dari siemens dan hyundai. - Untuk kompetisi sendiri, kompetisi panel type tape taste tidak sebanyak kompetisi panel non type tape taste.
Karena di Indonesia panel type tape taste hanya ada dua yakni dari siemens dan schneider. Sedangkan semacom sendiri sudah ada koordinasi dengan siemens, jadi dalam arti market mana saja yang akan diambil siemens, mana kami sebagai lisens siemens.
“Siemens sendiri terfokus pada segment market yang nilainya besar dan berorientasi ekspor. - Pemberian lisensi oleh siemens sendiri mempunyai tujuan, dimana ketika siemens tidak bisa menggarap semua permintaan marketnya, maka siemens membutuhkan partner untuk menggarap permintaan market tersebut oleh karena keterbatasan kapasitas produksi dan SDM nya,” ujar Rudi.
Selama tahun 2019 semacom berjalan kinerja cukup bagus walaupun sempat pasang surut, namun secara keseluruhan dapat dibilang cukup bagus. Dan dari hasil kinerja tersebut menjadi pondasi semacom untuk melakukan IPO pada tahun 2021.
Related News
Dividen Final Bank Mandiri (BMRI) Rp377 per Saham, Yield 8,4 Persen
Laba ASGR Melejit 47,4 Persen di Q1-2026, Segmen Ini Jadi Penopangnya
Laba WINS Melonjak 194 Persen di Q1 2026, Ditopang Kapal High-Tier
Laba IMPC Naik 33 Persen Q1 2026, Targetkan Tembus Rp700M Akhir Tahun
Pendapatan Jasnita (JAST) Naik 48 Persen Q1 2026, Tapi Masih Merugi
Penjualan Rp2,78T, ULTJ Catat Lonjakan Laba 35,89 Persen di Q1-2026





