Bisnis Lelang Merosot, ASLC Petik Laba Perdana dari Jualan Mobil Bekas
:
0
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat bisnis lelang JBA mencatat penurunan pendapatan menjadi Rp50,1 miliar akibat terbatasnya pasokan mobil bekas dan ketatnya penyaluran kredit kendaraan.
EmitenNews.com - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat pendapatan Rp283,6 miliar pada kuartal I-2026, naik 27% YoY dari Rp222,5 miliar. Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh kinerja bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id.
Segmen Caroline.id menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp234,4 miliar atau melonjak 51% YoY. Unit ini juga mulai mencetak laba operasi perdana sebesar Rp2,6 miliar, menandai peningkatan profitabilitas bisnis ritel ASLC.
Presiden Direktur Jany Candra, dalam keterangannya, Selas (28/4/2026) menyebut capaian ini memperkuat posisi perseroan dalam membangun ekosistem omnichannel otomotif. Caroline.id dinilai mulai berada di jalur yang tepat sebagai pilar pertumbuhan utama.
Di sisi lain, bisnis lelang JBA mencatat penurunan pendapatan menjadi Rp50,1 miliar akibat terbatasnya pasokan mobil bekas dan ketatnya penyaluran kredit kendaraan. Namun, manajemen menilai tekanan ini bersifat sementara dan berpotensi pulih pada paruh kedua 2026.
Sementara itu, lini bisnis pegadaian MotoGadai mulai berkontribusi meski masih kecil. Dengan penguatan bisnis inti dan ekspansi layanan, ASLC optimistis dapat menjaga pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang tahun ini.
Harga saham ASLC terpantau stagnan di level Rp77 per saham hingga pukul 14:55 WIB. Sepanjang perdagangan saham ini bergerak di kisaran Rp77-79 per saham. Volume transaksi sebanyak 5,48 juta saham dan frekuensi 349 kali.
Related News
Sales Rp65T, Core Profit INDF Naik meski Laba Bersih Tertekan Kurs
Naik 6,8 Persen, Bank Neo (BBYB) Cetak Laba Bersih Rp294,85 Miliar
Terus Ciptakan Nilai Tambah, SBMA Perkuat Transformasi Keberlanjutan
Akselerasi Transformasi TLKM 30, Raih Pendapatan Konsolidasi Rp75,9T
Kantongi Laba Bersih di Q2, Analis Ini Nilai GOTO Lampaui Ekspektasi
Ditengah Tekanan Eksternal, IPCM Bukukan Pendapatan Rp729,68 Miliar





