Bos BEI Respons FTSE Russell, Bakal Lakukan Ini
:
0
Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tanggapan atas kebijakan FTSE Russell. Foto: IDX
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons keputusan FTSE Russell yang memperpanjang proses monitoring dan observasi terhadap pasar modal Indonesia. BEI menyatakan akan terus memperkuat reformasi transparansi sekaligus menjalin komunikasi dengan penyedia indeks global untuk menjawab berbagai perhatian investor.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya mengapresiasi keputusan global index provider tersebut, termasuk pengakuan FTSE terhadap berbagai reformasi transparansi yang telah dilakukan pasar modal Indonesia.
“Dalam laporan FTSE juga menyatakan meng-acknowledge terkait dengan Market Transparancy Reform yang sudah dilakukan Pasar Modal Indonesia termasuk peningkatan transparansi data dan integritas yang telah dilakukan oleh Pasar Modal Indonesia,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (20/8).
Menurutnya, BEI akan terus menjalin komunikasi dengan seluruh Global Index Provider untuk menjawab seluruh concern dari Global Investor dan meningkatkan integritas serta governance pasar.
BEI Lanjutkan Reformasi Transparansi
Jeffrey mengatakan BEI secara rutin melakukan diskusi dan memberikan pembaruan kepada global index provider. Komunikasi tersebut terus dilakukan sejak BEI mengimplementasikan empat aksi reformasi transparansi pasar modal.
“Sejak implementasi 4 aksi reformasi transparansi Pasar Modal Indonesia, BEI terus melakukan continuous improvement atas reformasi transparansi tersebut,” jelasnya.
Salah satu langkah terbaru dilakukan pada 15 Juli 2026, ketika BEI menambahkan Price Impact Ratio sebagai salah satu metodologi dalam menentukan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC).
Jeffrey menilai penambahan metodologi tersebut dapat membantu meningkatkan aspek tradeability, terutama dalam proses replikasi indeks, baik untuk indeks domestik maupun indeks global. Pasalnya, saham yang masuk dalam kategori HSC akan dikeluarkan dari indeks unggulan (flagship index) BEI.
“Hal ini membantu efektifitas untuk meningkatkan aspek tradeability dalam proses replikasi indeks baik dalam indeks local dan juga indeks global karena saham yang termasuk dalam HSC akan dikeluarkan dalam flagship indeks di BEI,” ungkapnya.
Related News
BEI Catat 7 Rencana IPO per Awal Oktober
Transaksi Karbon Masih Lesu, OJK Bidik Kontribusi Voluntary Market
OJK Bidik Himpun Dana Rp250T di Pasar Modal, 5 Perusahaan Minat IPO
BEI Terapkan Intraday Short Selling Bertahap, Cek Dua AB Berlisensi
BEI Terapkan Intraday Short Selling (IDSS), Telisik Mekanismenya
Bos BEI Ungkap Ada 2 Sekuritas Lagi yang Berminat Adopsi Short Selling





