Bos Emiten Hartadinata (HRTA) Dipanggil KPK di Kasus Korupsi Taspen

Gedung KPK
EmitenNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil beberapa saksi dalam kasus dugaan investasi fiktif di PT Taspen pada pekan lalu. Diantara beberapa saksi ada dua bos emiten yaitu Ferriyadi Hartadinata selaku Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dan Agung Cahyadi Kusumo yang menjabat sebagai Direktur Utama PT FKS Multi Agro Tbk (FISH).
KPK juga pekan lalu memnggil Indra Wijaya yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Sinar Mas, Helmi Imam Satriyono yang merupakan mantan Direktur Keuangan PT Taspen dan Direktur PT Insight Investments Management, Thomas Harmanto.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto dalam keterangannya pekan lalu.
"Saksi didalami terkait kepemilikan aset tersangka dan sumber dananya," kata juru bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto melalui keterangan tertulis, Senin, 17 Februari 2025.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," ucap Tessa.
Namun Bos Sinarmas Grup Indra Wijaya yang juga Putra pendiri Sinarmas Grup yaitu Eka Tjipta Wijaya mangkir dalam pemanggilan KPK minggu lalu (12/2).
Pemanggilan para saksi ini juga bertujuan untuk mendalami dugaan korupsi terkait penempatan dana investasi PT Taspen sebesar Rp1 triliun pada reksa dana RD I-Next G2 yang dikelola oleh PT Insight Investment Management. Dugaan korupsi ini diperkirakan telah merugikan keuangan negara sekitar Rp200 miliar.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka utama, yaitu:
Antonius N. Kosasih, mantan Direktur Utama PT Taspen
Ekiawan Heri Primaryanto, Direktur Utama PT Insight Investment Management periode 2016 hingga Maret 2024
Keduanya diduga berperan dalam penempatan dana investasi yang tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga menguntungkan beberapa pihak, antara lain:
PT Insight Investment Management sekitar Rp78 miliar
PT VSI sekitar Rp2,2 miliar
PT PS sekitar Rp102 juta
PT SM Sekuritas sekitar Rp44 juta
KPK terus mendalami aliran dana dan kemungkinan adanya aset-aset yang disembunyikan oleh para tersangka melalui pemeriksaan saksi-saksi terkait.
Sayangnya, KPK belum merinci lebih jauh kenapa perusahaan Hartadinata khususnya, sampai terseret kasus tersebut. Apalagi melihat sang pendiri yakni Ferriyadi Hartadinata sampai dipanggil menjadi salah satu saksi.
Related News

Anak Usaha Bukit Uluwatu Villa (BUVA), Jual Aset di Labuan Bajo

Beli Saham BRIS, Direktur Ini Investasi dengan Kepemilikan Langsung

BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Pengusaha Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global

Antasari Place Dorong Pendapatan INPP Tumbuh Dua Digit Tahun Ini

IHSG Ditutup Anjlok 3,84 Persen, Cek Pemicunya

TOBA Bereskan Divestasi PLTU dan Caplok Limbah di Singapura