BPTR Diguyur Kredit Jumbo Hampir Rp700M, Ini Rencana Penggunaannya
PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) mengumumkan perolehan fasilitas kredit investasi dan modal kerja dari Bank Mandiri
EmitenNews.com - PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) mengumumkan perolehan fasilitas kredit investasi dan modal kerja dari Bank Mandiri dengan total nilai mencapai Rp698,18 miliar. Fasilitas tersebut diperoleh melalui penandatanganan perjanjian kredit pada 26 Februari 2026.
Fasilitas terbesar berupa Kredit Investasi dengan plafon Rp644,18 miliar yang akan digunakan untuk pembelian kendaraan dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan ekspansi usaha Perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3/2026), Manajemen BPTR menjelaskan, penarikan dana dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu penarikan maksimal 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit.
Selain itu, BPTR juga memperoleh Fasilitas Modal Kerja dan Term Loan dengan limit Rp54 miliar. Fasilitas ini ditujukan sebagai tambahan modal kerja operasional, dengan periode penarikan yang sama, yakni hingga 12 bulan sejak 26 Februari 2026.
Mengacu pada laporan keuangan tahunan 2024 yang telah diaudit, total ekuitas BPTR tercatat sebesar Rp559,79 miliar. Dengan demikian, nilai fasilitas kredit yang diperoleh melebihi nilai ekuitas Perseroan, mencerminkan langkah agresif Perseroan dalam memperkuat armada dan kapasitas usaha ke depan.
BPTR merupakan bagian dari Batavia Group yang bergerak di sektor transportasi dan logistik, bersama entitas lain seperti Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk, Batavia Prosperindo Aset Manajemen, dan Batavia Prosperindo Internasional Tbk. Hingga akhir 2024, Perseroan telah memiliki enam kantor perwakilan di berbagai kota besar di Indonesia, seiring strategi ekspansi jaringan bisnis nasional.
Related News
Nol Utang, Marjin Laba 48 Persen: DMAS Pamer Fundamental Super Sehat
Provident Investasi Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi I 2023
Sukses Dalam Berinovasi Bank Raya Raih Penghargaan di Digital Day 2026
Grup Djarum (BELI) Geber MESOP 1,50 Miliar Saham, Harga Tebus Rp430
Laba 2025 Menciut, Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Beber Pendapatan Rp1T
Momentum Lebaran Jadi Katalis, ERAA Perkuat Strategi Jangka Menengah





