EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba ambruk pada perdagangan Jumat (8/5/2026) sore. Berdasarkan data RTI Business pukul 15.16 WIB, IHSG (IDX Composite) terjun 149,716 poin atau 2,09 persen ke level 7.024,604.

IHSG dibuka di 7.182,961 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.186,830. Namun tekanan jual deras membuat indeks berbalik turun tajam hingga level terendah 7.018,910 menjelang penutupan sesi II.

Volume transaksi tercatat 44,138 miliar saham dengan nilai Rp29,380 triliun dan frekuensi 2.284.695 kali. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 540 saham melemah, sementara hanya 150 saham yang menguat dan 124 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG turun ke Rp12.524,931 triliun.

IHSG Tetiba Ambruk 2,09 Persen ke 7.024, Sektor Komoditas Anjlok 6,11 Persen

Koreksi IHSG sejalan dengan ambruknya sektor IDX Basic Materials (BASIC-IND) yang anjlok 134,09 poin atau 6,11 persen ke level 2.059,68 pada Jumat (8/5/2026). Sektor bahan baku ini dibuka di 2.193,77 dan terus tertekan sepanjang hari hingga menyentuh level terendah 2.061,29.

Pelemahan sektor diperparah oleh ambruknya saham-saham komoditas. TINS memimpin pelemahan dengan anjlok 14,88 persen ke Rp3.490, disusul INCO yang ambles 700 poin atau 11,11 persen ke 5.600.

Saham MBMA turun 60 poin atau 9,16 persen ke 595, ARCI terkoreksi 130 poin atau 8,10 persen ke 1.475, NCKL melemah 80 poin atau 7,24 persen ke 1.025, dan EMAS jatuh 575 poin atau 6,53 persen ke 8.225.

Sementara itu BRMS melemah 50 poin atau 5,99 persen ke 785 dan ANTM turun 130 poin atau 3,35 persen ke 3.750.

BEI: Pasar Modal Hadapi Tantangan Unik

Koreksi tajam IHSG ini bertepatan dengan pernyataan petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat speech di Main Hall BEI pada Jumat (8/5/2026). Dalam prakatanya, Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia belakangan ini menghadapi tantangan.