BTN Kelar Transaksi Rp5,56 Triliun, Ini Performa BBTN dalam Setahun
Gedung kantor BTN. FOTO-DOK BTN
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN telah mengeksekusi transaksi senilai Rp5,56 triliun. Transaksi itu berupa pengalihan hak dan kewajiban unit usaha syariah (UUS) kepada Bank Syariah Nasional (BSN) dan telah dipatenkan pada 22 Desember 2025.
Penyelesaian transaksi tersebut merupakan satu rangkaian dalam proses pemisahan UUS perseroan yang didahului dengan pengambilalihan BSN pada Juni 2025. Kemudian dilanjutkan dengan proses pemisahan UUS perseroan dengan cara pengalihan hak dan kewajiban kepada BSN berdasar keputusan RUPS Luar Biasa pada 18 November 2025, dan telah mendapat persetujuan OJK pada 9 Desember 2025.
Atas transaksi itu, BTN mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham pengendali BSN. Emiten dengan kode saham BBTN ini kini mendekap kepemilikan saham yang sangat dominan, yakni sebesar 99,99%.
Secara rinci, perseroan memiliki 6.620.052.683 saham BSN yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam entitas baru tersebut.
Namun apakah langkah BTN itu akan menjadi sentimen positif bagi saham BBTN?
Mari kita lihat kembali bagaimana gerak saham BBTN sepanjang 2025. Pada saat itu, saham BBTN memulai hari perdana tahun 2025 (2 Januari) dengan harga penutupan Rp1.190.
Seiring berjalannya waktu, harga saham BBTN terus berangsur turun dan mencapai level penutupan terendah tahun 2025 Rp770 pada 21 Maret 2025.
Namun setelah level penutupan terendah itu, saham BTN berangsur membaik dan terus naik. Bahkan, pada penutupan perdagangan 12 September 2025, saham BBTN mencapai level pucuk penutupan Rp1.410 sebelum akhirnya kembali dalam tren menurun hingga tutup 2025 di level Rp1.175.
Dengan catatan itu, harga saham BBTN sepanjang 2025 lalu naik tipis 3,07% dari posisi akhir 2024 Rp1.140.
Sementara itu, saham BBTN membuka tahun 2026 dengan performa kurang meyakinkan. Berdasarkan data yang dihimpun Emitennews.com, saham BBTN menutup perdagangan perdana 2026 dengan level Rp1.160 dan bertahan hingga 5 Januari 2026.
Pada perdagangan Selasa (6/1) saham BBTN ditutup menguat 0,86% ke level Rp1.170. Lantas, bagaimana arah gerak saham BBTN tahun ini?
Dalam riset platform charting dan jejaring social Trading View disebutkan, sebanyak tujuh analis memberikan perkiraan harga BBTN dalam kisaran level terendah Rp900 dan level tertinggi Rp1.600 dalam 1 tahun ke depan.
Adapun hingga penutupan perdagangan hari ini (7/1), saham BBTN tercatat turun 0,43% ke level Rp1.165 setelah bergerak dengan rentang harga Rp1.165 hingga Rp1.190. (*)
Related News
FOLK Siapkan Private Placement Rp56,99 Miliar
Eksplorasi Jalan! Atlas Resources Petakan Area Tambang Baru di Sumsel
Via Anak Usaha, PP Presisi (PPRE) Serok Pinjaman BRI Rp1,3 Triliun
Cek di Sini, Inilah Deretan Pemegang MKNT si Saham Rp1
Pemegang Saham 14.726 Pihak, Free Float TAXI Masih Mentok 100 Persen
Emiten Snack Taro (AISA) Ungkap Aksi Baru Bareng Entitas Terafiliasi





