Harga Minyak Dunia Naik, Elnusa Bidik Peluang Ekspansi di Hulu Migas
:
0
Direktur Utama PT Elnusa Tbk (ELSA) Litta Ariesca saat memaparkan kinerja sepanjang 2025. Photo/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -Kenaikan harga minyak dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuka peluang baru bagi industri jasa minyak dan gas (migas) di Indonesia. PT Elnusa Tbk (ELSA) melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk memperluas aktivitas di sektor hulu, khususnya pada pengembangan lapangan minyak marginal yang sebelumnya kurang ekonomis untuk diproduksikan.
Direktur Keuangan Nelwin Aldriansyah mengatakan lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi mengubah peta keekonomian sejumlah lapangan minyak, termasuk di Indonesia.
Menurutnya, sejumlah proyek eksplorasi yang sebelumnya tidak layak secara ekonomi kini mulai kembali menarik untuk dikembangkan.
“Dari beberapa aspek yang kami lihat, kenaikan harga minyak bagi sektor hulu migas ini bisa membuat beberapa lapangan minyak atau eksplorasi yang sebelumnya di bawah harga USD 60 per barel tidak visible untuk diekstraksi, sekarang menjadi cukup ekonomis untuk dilakukan lifting,” ujar Nelwin.
Lapangan Marginal Berpotensi Kembali Dikembangkan
Biaya produksi atau lifting cost di Indonesia selama ini relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara produsen di Timur Tengah. Akibatnya, sejumlah lapangan minyak dengan cadangan terbatas atau biaya produksi tinggi sering kali masuk kategori marginal.
Namun, dengan tren harga minyak yang meningkat, lapangan-lapangan tersebut berpotensi kembali dikembangkan jika harga minyak dapat bertahan pada level tinggi.
“Lifting cost di Indonesia cukup tinggi dibandingkan Timur Tengah. Namun dengan kenaikan harga minyak sekarang dan apabila harga ini sustain, ini akan membuka peluang bagi lapangan-lapangan yang selama ini marginal,” kata Nelwin.
Peningkatan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi ini juga diperkirakan akan mendorong kebutuhan terhadap jasa pengeboran (drilling), yang menjadi salah satu lini bisnis utama Elnusa.
“Harapan kami dengan meningkatnya kegiatan eksploitasi dan eksplorasi, aktivitas drilling bisa meningkat dan ini berimbas positif terhadap kegiatan usaha Elnusa,” tambahnya.
Related News
Penjualan Tumbuh Melebihi Industri, SMGR Cetak Laba Bersih Rp80 Miliar
TLKM Siapkan Rp1 Triliun Buyback Saham di BEI dan NYSE
Topline Kuat, Laba ICBP Q1 2026 Melemah Tertekan Selisih Kurs
SOCI Akuisisi Tanker 45.000 DWT, Usai Laba Q1-2026 Terkerek 82 Persen
Biayai Opex, SMMT Raih Kredit Jumbo dari Bank Mandiri Rp900M
Erajaya (ERAA) Daur Ulang 3.911 E-Waste, Tekan Emisi 437 Ton CO2e





