BTN Sediakan Fasilitas Kredit Perumahan untuk Hakim
:
0
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu Bersama Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Hakim Agung Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum. (kedua kiri) menandatangani Nota Kesepahaman Program Kepemilikan Hunian “Graha Hakim” antara BTN dengan IKAHI yang disaksikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial selaku pelindung IKAHI H. Suharto, S.H, M.Hum. (kiri) dan Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar (kanan) di Menara 2 BTN, Jakarta, Selasa (11/11).(Foto:Endang Muchtar).
EmitenNews.com -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) menandatangani Nota Kesepahaman Program Kepemilikan Hunian “Graha Hakim”, sebagai langkah strategis untuk memperluas akses perumahan bagi para hakim di seluruh Indonesia.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas penetrasi kredit konsumer, terutama di kalangan aparatur negara. Melalui program ini, BTN menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang lebih mudah dan terjangkau bagi para hakim.
"BTN ingin hadir bukan hanya sebagai bank, tetapi juga sebagai teman perjalanan yang mendukung kesejahteraan hakim dan keluarganya,” ujar Nixon dalam keterangan resmi.
Program Graha Hakim menawarkan berbagai fasilitas menarik, mulai dari suku bunga kompetitif, keringanan biaya akad, hingga kemudahan proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Melalui skema ini, para hakim diharapkan dapat memiliki hunian yang layak dan nyaman dengan proses pembiayaan yang lebih ringan.
Nixon menambahkan, akses terhadap hunian yang layak merupakan faktor penting dalam mendukung kesejahteraan dan stabilitas finansial para hakim. Oleh karena itu, BTN berkomitmen memperluas jangkauan pembiayaan perumahan di kalangan profesi strategis, termasuk aparatur penegak hukum, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional dan pemerataan kesejahteraan.
Related News
Rupiah Pagi ini Sempat Tembus Rp17.600 per Dolar AS
Baru Seminggu Tembus 7.000, Hari ini Indeks Kospi 'Taklukkan' 8.000
Dividen BUMN Perkuat Tulang Punggung Ekonomi Nasional
Pupuk Indonesia Masuk Pasar Australia, Total Ekspor Rp7 Triliun
Semula Account Officer, Kini Kindaris jadi Bos Baru PNM
Dolar AS Menguat, Kemendag Pangkas HPE dan HR Emas





