Buka Suspensi: Enam Saham Lanjut Ngegas, Dua Lainnya Jatuh ARB!
Potret petugas membersihkan layar indeks harga perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali suspensi perdagangan atas delapan saham yang terbebas penghentian sementara perdagangannya dimulai pada Selasa (6/1/2026).
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyatakan bahwa pembukaan kembali suspensi dilakukan setelah bursa menilai telah terpenuhinya kondisi untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan.
Usai kembali diperdagangkan, pergerakan harga saham menunjukkan respons yang beragam, pada pembukaan perdagangan Selasa (6/1), saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) milik Tommy Soeharto itu dibuka menguat 10,56% atau naik 34 poin ke level Rp356 juga diikuti pula oleh saham PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) yang turut menguat 3,45% atau naik 20 poin ke harga Rp600.
Penguatan hingga menyentuh Auto-Rejection Atas (ARA) terjadi pada empat saham yakni, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang naik 9,71% atau 20 poin dan ditutup di level Rp226. Lalu, saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) juga mengekor ARA naik 9,48% atau 11 poin ke level Rp127.
Kemudian diikuti pula oleh saham PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU) yang melesat terbang 9,73% atau 11 poin di harga Rp124, serta saham PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang menanjak harganya hingga 9,57% atau 11 poin ke level Rp126.
Di sisi lain, dua saham justru melemah tajam usai pembukaan suspensi. Saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) dibuka turun 10,00% atau 15 poin menyentuh Auto-Rejection Bawah (ARB) di level Rp135 serta saham PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) yang juga terkoreksi hingga ARB 9,90% atau 40 poin turun di harga Rp364.
Adapun, sebagai catatan atas suspensi berjilid yang sebelumnya diterima oleh saham YELO dan ESTA mengakibatkan keduanya kini mulai masuk ke papan pengawasan khusus atau Full-Call Auction (FCA) hingga dimungkinkan selama sepekan perdagangan bursa lamanya.
Related News
Suku Bunga Kredit Sudah Turun Kisaran 8 Persen, Ini Harapan OJK
Kinerja Solid, Sucor AM Rajai Ajang Best Mutual Fund Awards 2026
Tiga Saham Kompak Terkapar Usai Lepas Suspensi!
Likuidasi Prima Master Bank, Dua Hal Ini Jadi Fokus LPS
Sudah 11 Kali Mentok ARA, Satu Dari Tiga Saham Ini Disetop BEI
Pekerjakan TKA Tak Sesuai Ketentuan, 12 Perusahan Didenda Rp4,4 Miliar





