EmitenNews.com - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) emiten Grup Bakrie mencatat pergeseran menarik pada kinerja 2025, ketika pertumbuhan laba melesat di tengah kenaikan pendapatan yang relatif terbatas.

Berdasarkan laporan keuangan BUMI hingga 31 Desember 2025, laba bersih tertakar naik menjadi USD81,01 juta dari USD67,47 juta, atau melejit 20,07 persen secara year on year (yoy).

Di sisi top line, pendapatan hanya naik 5,19 persen yoy menjadi USD1,42 miliar dari USD1,35 miliar. Namun, efisiensi mulai terlihat dari beban pokok yang justru turun 1,68 persen yoy menjadi USD1,17 miliar dari USD1,19 miliar.

Kombinasi ini mengerek laba bruto naik 47,13 persen yoy menjadi USD249,10 juta dari USD169,29 juta. Perbaikan berlanjut di level operasional, dengan laba usaha melesat 131,46 persen yoy menjadi USD141,33 juta dari USD61,06 juta, seiring beban usaha yang turun tipis 0,42 persen yoy.

Laba sebelum pajak turut menguat hingga 48,56 persen yoy menjadi USD181,09 juta dari USD121,90 juta, menjaga tren peningkatan hingga ke laba bersih.

Berlanjut ke neraca, total aset BUMI tumbuh 1,20 persen yoy menjadi USD4,21 miliar dari USD4,16 miliar. Liabilitas naik 3,10 persen yoy menjadi USD1,33 miliar dari USD1,29 miliar, sementara ekuitas meningkat tipis 0,70 persen yoy menjadi USD2,88 miliar dari USD2,86 miliar. Menariknya, perseroan kini mencatat saldo laba USD81 juta, berbalik dari posisi defisit USD2,28 miliar sebelumnya.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Senin (30/3) saham BUMI tercatat menguat 2,8 persen naik 6 poin di level/posisi Rp220.