Bursa Asia Mixed, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Pengunjung memenuhi area Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan layar pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan koreksi. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 13 September 2024, IHSG akan menguji support level 7.760, dan resistance level 7.830. Gerak IHSG akan diwarnai potensi aksi taking profit.
Secara teknikal, IHSG masih melanjutkan momentum bullish, dan masih tertahan di atas MA5. Sedang indicator stochastic telah berada di area overbought. Oleh sebab itu, Reliance Sekuritas menjagokan saham dengan potensi naik beberapa hari mendatang yaitu LPKR, GJTL, EMTK, dan ERAA.
Pagi ini, bursa Asia telah diperdagangkan mixed. Indeks Nikkei 225 diperdagangkan melemah 0,32 persen, dan indeks Kospi menanjak 0,09 persen. Sementara itu, mayoritas indeks utama bursa Amerika Serikat berakhir di zona hijau. Initial jobless claim periode awal minggu September tercatat 230 ribu, relatif sejalan konsensus pasar.
Sedanga dari Euro Area, Euro Central Bank (ECB) kembali memangkas suku bunga sesuai dengan perkiraan pasar sebesar 60 bps menjadi 3,65 persen. Menyudahi perdagangan Kamis, 12 September 2024, IHSG surplus 0,48 persen menjadi 7.798. Penguatan IHSG dipimpin saham-saham sektor technology naik 7,61 persen, dan energy surplus 1,57 persen.
Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp1,04 triliun di pasar regular dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti BBCA, BBRI, BRIS, TLKM, dan BREN. Katalis penguatan IHSG didorong inflow asing, dan optimism terhadap pemangkasan suku bunga setelah data inflasi AS melanjutkan penurunan. (*)
Related News
Semakin Dekat ke 6.000, IHSG Kamis Terjun Bebas 3,54 Persen
Breaking: IHSG Kebakaran, Anjlok 3,33 Persen Sentuh Level 6.108,
Ratusan Relawan Manulife Indonesia Ramaikan Impact Week Perdana
IHSG Sesi I Memerah 2,76 Persen ke 6.144, Semua Sektor Bonyok
Jaga Usaha Peternak, Harga Ayam Hidup Disepakati Minimal Rp19.500/Kg
IHSG Dibuka Hijau, Tapi Kemudian Anjlok 1 Persen Lebih, Ada Apa?





