IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Capital Inflow Bertahan di Atas Rp60 Triliun, Akhir Pekan IHSG Diramal Tertekan

10/06/2022, 06:00 WIB

Capital Inflow Bertahan di Atas Rp60 Triliun, Akhir Pekan IHSG Diramal Tertekan

EmitenNews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di  Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (9/6) jadi turun 0,15% atau 10,48 poin ke 7.182,83. Sementara investor asing masih mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 1,16 triliun di seluruh pasar.

 

Menutup pekan kedua bulan Juni ini, secara technical analysis, IHSG diperkirakan masih akan bergerak pada range support di level 7074 dan resistancenya ada di  7225, range pergerakan IHSG ini naik dari hari-hari sebelumnya yang berkutat pada  7002 - 7191, kata William Surya wijaya CEO Yugen Bersinar Sekuritas, Jumat (10/6/2022).

 

Pola pergerakan IHSG hingga saat ini masih terlihat berada dalam rentang sideways dengan potensi tekanan terbatas, pergerakan IHSG masih ditopang oleh kembali bergeraknya perekonomian walaupun secara perlahan.

 

“Namun data terlansir menunjukkan kondisi perekonomian masih dalam keadaan stabil, demikian juga dengan capital inflow yang masih betah bertahan diatas Rp60 triliun secara Ytd, hari ini IHSG berpotensi melemah,” imbuh William.

 

Saham pilihan hari ini adalah Bank BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Telkom Indonesia (TLKM), Kalbe Farma (KLBF), HM Sampoerna (HMSP), WIKA Beton (WTON), Adhi Karya (ADHI) dan Indofood CBP (ICBP).


Author: Rizki