Cawang dan Mimpi Besar Gobel
:
0
Ilustrasi, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Gobel, Bekasi. Foto: Shimizu Global
EmitenNews.com - “Kami membantu ribuan orang untuk bertumbuh.” (Thayeb Gobel)
Barangkali, kalimat itu sebuah retorika sederhana yang bisa diucapkan siapa saja, namun kala diucapkan oleh sosok di balik suksesnya Gobel, hal itu jadi bahan bakar untuk terus maju menerjang peralihan zaman.
Kisah itu bermulai di sebuah tempat sederhana di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Tepat pada tahun 1954, sebuah komponen elektronik mungil mengeluarkan bunyi statis sebelum akhirnya memancarkan suara yang jernih.
Drs H Thayeb Mohammad Gobel, seorang pemuda yang berasal dari Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Nama itulah yang menjadi sosok di balik suksesnya sebuah radio transistor lokal pertama di tanah air dengan nama “Tjawang”. Nama yang tidak hanya merepresentasikan tempat di mana radio itu dilahirkan, melainkan kelak menjadi saksi bisu lahirnya industri elektronika nasional sekaligus menjadi awal mula sebuah manifesto kemandirian bangsa.
Merunut sejarahnya, radio transistor karya Gobel menjadi pengganti radio tabung hampa era sebelumnya. Di samping itu, radio tjawang mampu menangkap gelombang SW (Short Wave) dan menyebarkan siaran ke berbagai daerah yang bahkan belum memiliki aliran listrik, sebab radio tjawang cukup ditenagai baterai.
PT Transistor Radio Manufacturing Company menjadi wadah bagi Thayeb Gobel dan sejumlah rekannya menuangkan gagasan dan mengeksekusinya menjadi produk yang pada saat itu berhasil menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, dalam kurun waktu 1954 hingga 1964, sebanyak satu juta radio Tjawang berhasil terjual.
Kabar kesuksesan radio Tjawang tak luput dari telinga presiden Indonesia kala itu, Ir Sukarno. Suatu waktu, Thayeb Gobel datang menghadap presiden pertama sekaligus proklamator Indonesia. Dalam pertemuan yang singkat itu, Sukarno menanyakan satu hal, “Mengapa memilih usaha radio transistor?”
Satu kalimat tanya kala itu, dapat diartikan untuk menggali fundamental bisnis dan arah langkah Gobel memilih usaha radio transistor. Dan jawaban yang keluar dari lisan Thayeb Gobel mampu membuat sosok nomor wahid RI itu memberi pujian kepadanya.
“Supaya pidato Bapak dapat sampai kepada orang-orang di desa, di tempat yang jauh terpencil, di kaki gunung, di pulau-pulau, meskipun di tempat-tempat tersebut belum ada listrik, Pak,” jawab Thayeb Gobel.
Sukses dengan radio Tjawang yang diproduksi, Thayeb Gobel mendapatkan kesempatan emas dengan meraih beasiswa Colombo Plan. Sebuah program dari organisasi internasional yang beranggotakan 28 negara, memiliki fokus terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di kawasan Asia-Pasifik. Didirikan pada tahun 1950 atas inisiatif Persemakmuran Inggris, fokus utama Colombo Plan meliputi pengembangan sumber daya manusia, beasiswa pendidikan, dan kerja sama penanganan masalah sosial seperti narkotika. Indonesia secara resmi bergabung menjadi anggota Colombo Plan sejak tahun 1953.
Related News
Honda Luncurkan Skutik Metro Terbaru Rp30 Jutaan
Ultah Ke-70, Bank ini Tebar Cashback Serba 70% Sepanjang Juli 2026
EV Ferrari Rp10 Miliar Diluncurkan di Sarang Mobil Listrik, Diminati?
Video AI Anak Indonesia Kukuh Aldy Viral, Dibagikan Haaland di IG
Ratu Mulyanengsih dan Jalan yang Ia Pilih di Sekolah Rakyat
Roadshow SATU Indonesia Awards 2026 Sasar Pemuda Sulsel





