EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui pekan dengan berdarah-darah. Dalam tempo lima hari bursa itu, IHSG dipaksa parkir di level 6.162. Itu setelah selama sepekan terkoreksi 8,35 persen dari pekan sebelumnya di posisi 6.723. 

Fakta tersebut tersaji dalam laporan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 18-22 Mei 2026. Kala IHSG berkubang zona merah, sejumlah bergerak sebaliknya. Sayangnya, penguatan saham dalem kelompok top gainers tersebut gagal mengatrol IHSG. Saham-saham tersebut sebagai berikut. Yaitu, LCK Global (LCKM) melangit 29,36 persen alias 32 poin menjadi Rp141 per saham dari Rp109. 

Asiaplast (APLI) meroket 12,39 persen atau 28 poin menjadi Rp254 per helai dari Rp226. Kafam Properti (DFAM) melesat 12 persen setara 15 poin menjadi Rp140 per lembar dari Rp125. Unggul Indah Cahaya (UNIC) melejit 11,03 persen selevel 1.450 poin menjadi Rp14.600 per helai dari Rp13.150. 

Citra Tubindo (CTBN) melonjak 10,58 persen setimbang dengan 550 poin menjadi Rp5.750 per saham dari Rp5.200. Tunas Alfin (TALF) menanjak 9,09 persen atau 65 poin menjadi Rp780 per lembar dari Rp715. Gunung Raja Paksi (GGRP) menguat 8,61 persen atau 26 poin menjadi Rp328 per helai dari Rp302. 

Cita Mineral (CITA) surplus 8,6 persen setara 300 poin menjadi Rp3.790 per eksemplar dari Rp3.490. Sejahteraraya (SRAJ) tumbuh 7,69 persen alias 1.000 poin menjadi Rp14.000 per lembar dari Rp13.000. Dan, Inter Delta (INTD) melambung 7,5 persen setara 18 poin menjadi Rp258 per saham dari Rp240. (*)