Cemas Geopolitik dan Fed, Saham AS Memerah
:
0
Wall Street melemah dipicu oleh kecemasan investor terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS (The Fed).(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak melemah pada awal perdagangan pekan ini. Penurunan indeks saham acuan Wall Street tersebut dipicu oleh kecemasan investor terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS (The Fed).
Tekanan pada pasar ekuitas AS diperberat oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperkuat perkiraan pasar terkait prospek suku bunga yang lebih agresif, sekaligus mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Sikap hati-hati para pelaku pasar modal global dipengaruhi oleh perrkembangan konflik internasional di kawasan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan menilai Teheran telah bertindak berlebihan, meskipun ia masih mengharapkan proses negosiasi dapat berlanjut minggu ini, sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Senin (28/9).
Selain dinamika geopolitik, fokus investor kini tertuju pada rilis indikator inflasi pilihan The Fed serta data tenaga kerja utama AS yang akan dikeluarkan pekan ini. Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan volatilitas pasar saham global ini menjadi perhatian bagi pasar keuangan Indonesia terkait dampaknya terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing.
Di samping isu makroekonomi, sektor teknologi AS turut menantikan hasil pertemuan antara Presiden Trump dan CEO Anthropic Dario Amodei pada Minggu malam. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas seruan eksekutif teknologi untuk memperlambat laju pengembangan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) baru.(*)
Related News
AS-Iran Tegang, Fed Hawkish, Harga Emas ke Level Terendah 7 Minggu
Pasok Energi Nasional, SAKA Tajak Sumur Eksplorasi Blok Pekawai Kaltim
Trump Tolak Proposal Iran, Harga Minyak Naik Tembus USD93
Australia Stop Antidumping Nanas, Peluang Ekspansi Emiten Pangan
Menkeu Suahasil Pastikan Tetap Kejar Para Pengemplang BLBI
Rupiah Ditutup di Rp17.903, Berpotensi Sentuh Rp18.000?





