Cerita Tina Meeks, Dari Penilai Asuransi Menjadi Influencer Dengan Penghasilan 300.000 USD
:
0
EmitenNews.Com - Tina Meeks pertama kali mengunggah tentang kehidupannya sebagai ibu di Instagram karena dirinya merasa kesepian. Saat itu tahun 2015, Meeks dan suaminya James, seorang pengusaha di bidang teknologi, baru saja pindah ke Dallas dari Phoenix. Pada usia 27, tidak ada yang bersimpati tentang ujian mengasuh anak berusia lima tahun dan bayi yang baru lahir.
"Sepertinya tidak ada yang mengerti, bahkan suamiku. Jadi saya beralih ke internet untuk terhubung, Saya mulai berbagi suka dan duka dalam menyeimbangkan keibuan dan kehidupan kerja saya," katanya kepada CNBC Make It.
Meeks menyebut instagramnya sebagai "Her Life Sparkles," berdasarkan nama panggilan masa kecilnya, Sparkle. Akun dengan 60 ribu pengikut ini memberi rekomendasi tentang pakaian, keluarga, hubungan, perawatan rambut dan pengasuhan. Wanita 34 tahun memposting foto makanan dan anak-anaknya dengan kostum Halloween.
Dari bisnis sampingan 1.000 USD menjadi full-time bisnis senilai 300.000 USD
Pada tahun pertama memulai @herlifesparkles, Meeks menghasilkan sekitar USD 1.000 berkolaborasi dengan brand. Bagi Meeks, itu hanya pekerjaan sampingan, sementara dirinya memiliki pekerjaan penuh waktu sebagai penilai asuransi, di mana istri James mendapatkan gaji USD 55.000.
Namun pada tahun 2018, Meeks hamil anak ketiga. Meskipun kehamilannya tidak direncanakan, pada akhirnya hal itu menjadi sangat baik untuk brandnya. Pengikut Instagramnya melonjak dengan cepat dari 2.000 menjadi 10.000. "Seperti pintu air yang dibuka. Brand popok, pakaian, hingga sabun mulai menginginkan saya," kenang Meeks.
Meeks telah menciptakan kehidupan yang sangat mudah berbelanja di media sosial, dengan ribuan ibu yang menantikan rekomendasi produk atau foto berikutnya yang menawarkan sekilas kehidupan ibu. Ketika Meeks menyadari potensi pertumbuhan bisnisnya, dirinya memutuskan keluar dari pekerjaan utamanya dan belajar fotografi dan membeli kamera profesional.
Saat pandemi covid-19 melanda, Meeks menemukan cara untuk menggunakan keterampilan digital barunya. Perusahaan tempat dirinya bekerja, termasuk Children’s Place dan Fab Kids, tidak dapat lagi membuat iklan sendiri karena pembatasan karantina. Jadi Meeks menawarkan semua jasanya menjadi studio pemasaran digital independen.
Anak-anak Meeks menjadi model kecil di setiap kelompok usia - bayi, balita, dan anak usia sekolah - dan dapat merekam semua jenis konten untuk merek langsung di rumahnya. Pada tahun 2020, Meeks menghasilkan lebih dari 300.000 US dolar atau sekitar 4,3 miliar rupiah dari kerja sama dengan brand dan berkonsultasi dengan calon influencer ibu tentang cara mengembangkan bisnis mereka.
Boomingnya industri influencer
Related News
BYD Luncurkan EV Termurah, Rp58 Juta, Jangkauan 180 KM
Harga Mobil Hyundai di Indonesia Setelah Rupiah Melemah Tajam
Demi Drama Mikro Douyin Group Rogoh Investigasi Ratusan Juta Dolar AS
Google Rilis Googlebook, Laptop Baru dengan Dukungan AI Gemini
Spesifikasi Lengkap Atto 3 Terbaru, Bagian Ini Pembaruan Utamanya
Astra Women Network 2026: Pemberdayaan Berdampak Nyata





