Coco Bali, Minuman Asal Dewata Gebrak Pasar Global
Penandatanganan nota kesepahamandengan Lester Boey dari Evergrowth Investment Pte Ltd sebagai mitra strategis luar negeri untuk mendukung ekspansipasar internasional. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Industri minuman siap saji global terus berkembang pesat. Itu seiring perubahan gaya hidup konsumen makin mengedepankan kesehatan, kepraktisan, dan latar belakang cerita di balik sebuah produk. Dalam dinamika itu, sejumlah merek lokal mulai melihat peluang untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional, termasuk dari Bali.
Salah satu inisiatif tengah disiapkan datang dari COCO BALI, minuman ready to drink yang dikembangkan dengan membawa identitas Bali sebagai bagian dari pendekatan produk. Produk tersebut dirancang untuk menjawab tren global, khususnya segmen konsumen yang mencari minuman praktis dengan karakter rasa lebih ringan, dan berbasis bahan alami.
COCO BALI merupakan hasil kolaborasi antara Lovina Beach Brewery (STRK), dan COCO BALI Pte Ltd berbasis di Singapura. Kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan satu produk, tetapi juga mencakup pengembangan tiga merek untuk segmen pasar berbeda, dengan fokus utama pada ekspansi internasional.
Selain COCO BALI Rtd, kolaborasi tersebut juga mencakup CLARISSA Liqueur, dan LIBARRON Whisky. Ketiga produk itu, dikembangkan dengan pendekatan serupa, yaitu pemanfaatan bahan baku lokal, proses produksi disesuaikan standar global, dan positioning untuk konsumen internasional yang mencari produk dengan latar cerita jelas.
Direktur Utama Lovina Beach Brewery, Bona Budhisurya, menyampaikan langkah tersebut sejalan prospek industri makanan dan minuman nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan. Perubahan pola konsumsi masyarakat urban turut mendorong pengembangan produk tersebut.
Urbanisasi, mobilitas makin tinggi, peningkatan kesadaran terhadap gaya hidup sehat memengaruhi preferensi konsumen terhadap minuman lebih praktis, dan transparan dari sisi bahan. “Konsumen sekarang makin selektif. Faktor seperti kandungan gula, bahan baku, dan fungsi produk menjadi pertimbangan utama,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran produk di Bali, baru-baru ini.
COCO BALI Rtd dikembangkan menggunakan bahan alami dengan varian sparkling agave, dan golden salak berbasis coconut kopyor. Sejumlah bahan baku diperoleh dari perkebunan agave kelolaan Lovina Beach Brewery di kawasan Nusa Penida, Bali. Pendekatan itu, juga dimaksudkan untuk menjaga keterkaitan produk dengan daerah asal.
Creative Director COCO BALI RTD, Natalia Sumasto Tjia, mengatakan pengembangan produk dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman konsumen secara menyeluruh. “Kami ingin menghadirkan rasa yang familiar dengan Bali, tetapi dikemas dalam format sesuai gaya hidup modern,” katanya.
Dari sisi distribusi, COCO BALI Rtd tidak hanya menyasar ritel modern. Produk ini juga diarahkan ke sektor hospitality seperti hotel, beach club, serta travel retail, yang dinilai efektif untuk menjangkau konsumen internasional yang berkunjung ke Bali.
CLARISSA Liqueur dikembangkan untuk segmen minuman beralkohol premium dengan pendekatan rasa lebih ringan. Produk ini menyasar konsumen yang mencari alternatif dengan karakter lebih halus. Sementara itu, LIBARRON Whisky dikembangkan sebagai produk spirit diproduksi di Bali dengan pendekatan kolaboratif pasar global.
LIBARRON sempat memperoleh perhatian setelah mencatatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas kolaborasinya dengan Museum Van Gogh melalui edisi terbatas bertema Starry Night. Produk edisi terbatas tersebut diproduksi sebanyak 1.889 botol untuk pasar global.
Inisiatif itu, menunjukkan upaya memperluas peran Bali, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai basis produksi untuk produk minuman ditujukan ke pasar internasional. Dengan pendekatan produk tersegmentasi, dan jaringan distribusi mulai dibangun, ketiga merek ini mencerminkan strategi produsen lokal dalam merespons peluang pasar global. (*)
Related News
FOLK Siapkan Private Placement Rp56,99 Miliar
Eksplorasi Jalan! Atlas Resources Petakan Area Tambang Baru di Sumsel
Via Anak Usaha, PP Presisi (PPRE) Serok Pinjaman BRI Rp1,3 Triliun
Cek di Sini, Inilah Deretan Pemegang MKNT si Saham Rp1
Pemegang Saham 14.726 Pihak, Free Float TAXI Masih Mentok 100 Persen
Emiten Snack Taro (AISA) Ungkap Aksi Baru Bareng Entitas Terafiliasi





