Dana IPO Ludes, BLOG Tancap Gas Bangun Gudang Baru di Tiga Kota!
:
0
Armada logistik rantai darat milik emiten BLOG tengah berekspedisi. Foto: Istinewa.
EmitenNews.com - Emiten logistik milik pengusaha Djoko Susanto, PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG), melaporkan realisasi penuh penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) hingga akhir 2025. Seluruh dana IPO dikonfirmasi telah diserap untuk memperkuat bisnis logistik cold chain.
Dalam keterangan tertulis Direktur BLOG, Wanny Wijaya, disampaikan pada Kamis (8/1), menyatakan bahwa perseroan telah merealisasikan 100% dana dari hajatan IPO sesuai rencana yang tercantum dalam prospektus.
Wanny mengemukakan bahwa setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp2,58 miliar, dana IPO sepenuhnya dialokasikan dalam bentuk setoran modal kepada entitas anak bernama, PT Simpan Sini Aja.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperbesar kapasitas dan jangkauan bisnis logistik berpendingin.
“Penggunaan dana difokuskan untuk pengembangan infrastruktur cold chain melalui entitas anak, guna mendukung pertumbuhan layanan logistik produk sensitif suhu,” ujar Wanny dalam laporannya.
Hingga 31 Desember 2025, PT Simpan Sini Aja telah menggunakan dana sebesar Rp92,61 miliar untuk pembangunan fasilitas gudang pendingin (cold storage). Gudang tersebut dibangun di tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar, yang ditujukan untuk memperluas jaringan logistik di luar Pulau Jawa.
Ekspansi ini dinilai krusial guna menangkap pertumbuhan permintaan layanan cold chain, khususnya dari sektor ritel modern, makanan dan minuman, serta produk kebutuhan hharian.
Related News
RUPST United Tractors (UNTR) Kukuhkan Ignatius Jonan Jadi Komisaris
Manuver Pengendali Baru MENN Caplok 71,22 Persen Saham BIKE
Anak Usaha DMS Propertindo (KOTA) Mulai Renovasi Golf Bandar Kemayoran
TLDN Siapkan Capex Rp600 M, Optimistis Revenue Naik 10 Persen
Investasi Rp535 M, INTP Gandeng Mondi Amankan Pasokan Kantong Semen
Tender Wajib ASLI Berakhir Tanpa Transaksi, Publik Pilih Bertahan





