Dapat Tips Public Speaking dari Wapres Gibran, Gembiranya Ocha
:
0
Josepha Alexandra dan rombongan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dok. BeritaSatu.
EmitenNews.com - Gembiranya Josepha Alexandra dan rombongan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, bisa bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam pertemuan sejam di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026), Ocha dan anggota rombongan, mendapat tips public speaking, dan teknik berdebat di depan umum, selain motivasi dari anak sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu.
Kepada wartawan seperti dikutip Kamis (14/5/2026), Josepha Alexandra mengatakan dirinya bersama tim mendapat masukan langsung dari Wapres Gibran terkait cara berbicara dan berdebat di depan umum. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama sekitar satu jam.
"Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha.
Masih kata Ocha, dalam pertemuan itu, Gibran juga memberikan motivasi agar para peserta terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka. "Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi."
Ocha mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Sang Wakil Presiden. Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi penyemangat baginya dan tim untuk terus belajar dan berprestasi.
"Pastinya perasaan saya sangat senang karena diundang oleh Wakil Presiden Indonesia. Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ujarnya.
Sebelumnya nama Josepha Alexandra, karib disapa Ocha mendapat apresiasi publik usai videonya memprotes keputusan dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia mempertanyakan perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai serupa antarpeserta.
Grup C dari SMAN 1 Pontianak, yang digawangi Ocha, mendapat pengurangan nilai lima poin untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Sedangkan jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai 10 dari juri yang sama.
Ocha yang kebetulan menjawab pertanyaan itu, sempat menyampaikan keberatan karena merasa jawabannya sama, tidak ada yang berbeda. Namun dewan juri menyatakan jawaban Grup C dari SMAN 1 Pontianak, dianggap tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Sorotan keras akhirnya mampir kepada dewan juri dari Kesekretariatan MPR, dan MC, menjadi bulan-bulanan kritik dari publik lewat media sosial. Rata-rata menyalahkan mereka, karena tidak objektif, kurang bijaksana, dan tidak patut dalam menyikapi protes, dan pendapat dari kalangan generasi muda.
Related News
Bertambah Rp4,5 Miliar Total Harta Prabowo Rp2 Triliun, Cek di LHKPN
Kisruh Cerdas Cermat Empat Pilar MPR, Berbuntut Gugatan ke Pengadilan
Hantavirus Sudah Masuk Indonesia, Wamenkes Bilang Tenang Sajalah
Pengusaha Saja Dapat 9 Persen, Prabowo Minta Bunga PNM Lebih Rendah
Ingat Ferdy Sambo? Dapat Beasiswa Ia Kini Kuliah S2 Dari dalam Lapas
Bulan Depan Negara Terima Rp49 Triliun, Asalnya dari Rekening Koruptor





