Dari 5 Pabrik Penasihat Presiden Ini Temukan Potensi PHK Ribuan Buruh
:
0
Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Dok. Partai Buruh.
EmitenNews.com - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghantui Indonesia. Paling tidak itu yang dilihat Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu, menemukan potensi PHK ribuan buruh di sejumlah perusahaan di Jawa Timur hingga Bandung, Jawa Barat, dan Jakarta.
Said Iqbal menemukan fenomena ini dalam kunjungan kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan ke tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta.
"Ada empat perusahaan atau empat atau lima perusahaan yang saya temukan dalam kunjungan yang langsung saya datang ke perusahaan tersebut yang berpotensi mengalami PHK," kata Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Potensi itu tercipta akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dollar AS dan dampak perang antara AS-Iran yang mempengaruhi harga minyak dunia. Kenaikan itu turut mempengaruhi produksi dari perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.
Perusahaan-perusahaan yang bergerak di kedua situasi inilah yang terdampak akibat perang tersebut. Perusahaan Indonesia yang berorientasi ekspor seperti sepatu, garmen, karena permintaan barang di luar negeri menurun akibat perang, situasi perang, maka orientasi perusahaan ini pun produksinya menurun.
“Perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bahan bakunya impor, mengalami lonjakan ongkos produksi karena harga bahan bakunya juga melonjak," katanya.
Perusahaan pertama yang ditemui di Jawa Timur adalah PT Pakarin dengan potensi PHK mencapai 2.500 karyawan. Saat ini hanya tersisa seperlima pabrik itu, yang masih beroperasi. Karena berhenti beroperasi, pasar tradisional di dekat perusahaan dan bergantung pada buruh-buruh PT Pakarin pun mengalami penurunan omzet.
Said menemukan dua perusahaan komponen otomotif yang bernasib serupa. Karena situasi perang yang tidak menentu, perusahaan prinsipal akan memindahkan ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya.
"Perusahaan komponen otomotif di daerah Pasuruan dan Mojokerto bisa terdampak. Ribuan karyawannya ter-PHK," ucap Presiden Partai Buruh.
Di Bandung, Jawa Barat, ada potensi ancaman PHK untuk 4.000 karyawan dari total 14.000-17.000 orang di PT Feng Tay Indonesia Enterprises. Feng Tay merupakan perusahaan produksi sepatu kelas premium, yakni Nike. PHK dipilih lantaran belum ada kelanjutan orderan produksi dari Nike setelah orderan sebelumnya selesai.
Related News
Jakarta Kota Terbaik ke-53 Dunia, Populer di Instagram dan TikTok
Ini Rincian Diskon Tarif KA hingga Pesawat Udara Libur Sekolah 2026
Bersinergi, Bank BSN-TDA Dorong Kelahiran Wirausaha Tangguh
Dirut PLN Minta Maaf Listrik Padam, Bahlil Ungkap Masalah Utamanya
FolaPlay Perluas Akses Hiburan Digital di Seluruh Gerai Indomaret
Antisipasi Amukan El Nino Godzilla, Begini Langkah Taktis Menteri PU





