Di Luar Dugaan, PMI Manufaktur & Jasa China Anjlok
:
0
Foto: IPP Media
EmitenNews.com - Sektor jasa dan manufaktur Republik Rakyat Tiongkok atau China mengalami kontraksi secara tak terduga pada Oktober 2026. Lemahnya permintaan domestik setelah libur Golden Week serta penurunan pesanan luar negeri menjadi pemicu utama merosotnya aktivitas ekonomi di negara perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Biro Statistik Nasional China atau National Bureau of Statistics melaporkan Indeks Manajer Pembelian atau PMI Non-Manufaktur turun ke level 49,7 pada Oktober 2026. Angka ini merosot dari posisi tertinggi tiga bulan pada September sebesar 50,2 dan meleset dari ekspektasi pasar yang mematok angka 50,5, sekaligus mencatatkan kontraksi sektor jasa untuk keenam kalinya sepanjang tahun ini.
Pelemahan aktivitas terjadi pada sektor konstruksi dan jasa yang dipengaruhi faktor musiman dari libur Golden Week. Komponen pesanan baru ikut turun tajam menjadi 44,4 dari 46,5 pada bulan sebelumnya, sementara penjualan ekspor melemah ke level 46,5 dari 48,5 dan tingkat lapangan kerja tertahan di angka 46,0.
Di sisi harga, inflasi biaya input tercatat melambat dengan indeks di posisi 51,5, sedangkan harga jual kembali terkontraksi ke level 49,5 setelah sempat mengalami kenaikan pada September. Akibat kondisi tersebut, tingkat kepercayaan pelaku bisnis di sektor jasa China merosot ke level terendah dalam delapan bulan terakhir di posisi 50,7.
Tekanan serupa juga melanda sektor manufaktur China yang turun menjadi 49,3 pada Oktober 2026 dari posisi 50,1 pada September. Realisasi tersebut berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 50,0 dan mencatatkan titik terendah sejak Juli.
Penurunan ini mencerminkan kelesuan permintaan domestik dan luar negeri, meskipun sektor perdagangan terkait kecerdasan artifisial atau AI terpantau tetap tangguh.
Aktivitas produksi manufaktur merosot ke level 49,3 dan pesanan ekspor terkontraksi ke 48,7. Pesanan baru serta aktivitas pembelian sama-sama mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir.
Tekanan pada pasar tenaga kerja manufaktur terus berlanjut dengan indeks lapangan kerja bertahan di angka 48,4. Sementara itu, inflasi biaya input mereda ke level 56,8 dan pertumbuhan harga output turun ke 51,7, yang turut menyeret turun kepercayaan bisnis manufaktur ke level terendah dalam tujuh bulan pada posisi 53,4.(*)
Related News
Harga Minyak Melambung, Laba Chevron Melesat Tiga Kali Lipat
Sokong PLTS 100 GWp, Kemnaker Sertifikasi 60 Asesor
Pajak Digital Tembus Rp58,75 Triliun, PMSE Jadi Penyumbang Terbesar
Stok Afrika Melimpah, HR Biji Kakao Drop ke USD 5.613,6
Sawit Anjlok, HR CPO November Dipangkas 6,07 Persen
TAF Rilis Obligasi Rp420 Miliar, Fitch Sematkan Peringkat Tertinggi





