Dilusi 50 Persen! Rights Issue UANG Incar Dana Ekspansi & Bayar Utang
:
0
Ilustrasi maket properti garapan emiten PT Pakuan Tbk. (UANG). Foto: UANG.
EmitenNews.com - PT Pakuan Tbk. (UANG) bersiap menghimpun dana segar melalui aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue. Perseroan rencananya akan meminta restu investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026.
Dalm propektus ringkasnya yang terbit Rabu (11/3/2026), emiten properti tersebut berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham baru. Jumlah itu tertakar setara dengan sekitar 50 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Corporate Secretary Pakuan Tbk. dalam prospektus menjelaskan penerbitan saham baru tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha serta pembayaran sebagian kewajiban utang perusahaan.
Adapun, aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya.
“Apabila pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu yang dimiliki olehnya dalam PMHMETD, maka kepemilikan pemegang saham Perseroan tersebut akan terdilusi dengan persentase maksimum sebesar 50 persen dari jumlah kepemilikan saham Perseroan,” tulis manajemen dalam prospektus.
Hingga saat ini, perseroan belum mengungkapkan harga pelaksanaan maupun rasio pelaksanaan rights issue. Informasi tersebut akan diumumkan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan memenuhi ketentuan regulator.
Adapun rangkaian jadwal aksi korporasi ini telah disiapkan perseroan, mulai dari pengumuman rencana rights issue pada 10 Maret 2026 hingga pelaksanaan RUPSLB pada 16 April 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas penambahan modal tersebut.
Related News
Cairkan Fasilitas Repo, Maybank Sekuritas Tambah 84,3 Juta Saham ENRG
Siap-Siap! MPPA Rights Issue Rp1,19 Triliun, MLPL Jadi Standby Buyer
PEGE dan COCO Klarifikasi Volatilitas Saham, Rights Issue Berproses
PGEO-PLN Sepakati Tarif Listrik Proyek PLTP Lahendong 15 MW, COD 2028
Merdeka Battery (MBMA) Kantongi Peringkat Single A dari Pefindo
MEJA Bakal Bagi Saham Bonus, Kapan Jadwalnya?





