Dirjen Imigrasi Ungkap, WNI Sasaran Empuk Sindikat Perdagangan Orang
:
0
Dirjen Imigrasi, Silmy Karim dalam pertemuan Departemen Imigrasi se-ASEAN menyebut warga negara Indonesia menjadi sasaran empuk sindikat pelaku perdagangan orang di Asia Tenggara, Rabu (14/8/2024). dok. KOMPAS.com/Syakirun Ni'am.
EmitenNews.com - Warga negara Indonesia (WNI) menjadi sasaran empuk sindikat pelaku perdagangan orang di Asia Tenggara. Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim mengungkapkan hal itu dalam forum The 27th Meeting of ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Division of The Ministries of Foreign Affairs (DGICM) di Nha Trang - Vietnam, Rabu (14/8/2024). “Indonesia, dengan potensi sumber daya manusia yang m
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Silmy Karim menyebut warga negara Indonesia (WNI) menjadi sasaran empuk sindikat pelaku perdagangan orang di Asia Tenggara. Bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) harus menjadi perhatian bersama para pemegang otoritas di kawasan.
Pernyataan itu Silmy sampaikan dalam forum The 27th Meeting of ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Division of The Ministries of Foreign Affairs (DGICM) di Nha Trang - Vietnam, 14 Agustus 2024.
“Indonesia, dengan potensi sumber daya manusia yang melimpah, menjadi sasaran empuk para sindikat perdagangan orang di ASEAN, di mana lebih dari 85 persen korbannya diselundupkan ke dalam, dari, dan di dalam kawasan,” kata Dirjen Imigrasi, Silmy Karim dalam keterangan resmi, Kamis (15/8/2024).
Sepanjang 2020 sampai 2023, terdapat 2.434 kasus online scam (penipuan online) yang ditangani perwakilan Indonesia di wilayah Asia Tenggara. Kasus online scam paling banyak terjadi di Kamboja dengan jumlah 1.233 orang, Filipina 469 orang, Myanmar 205 orang, Laos 276 orang, Thailand 187 orang, Vietnam 34 orang, dan Malaysia 30 orang.
Jumlah kasus penipuan online itu melonjak tanam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2021, di Kamboja hanya terjadi 116 kasus dan 77 kasus di Myanmar.
Kasus online scam di Kamboja memang paling banyak dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. Kasus di negara itu bahkan meningkat hingga delapan kali lipat. Di Indonesia, kata Silmy, kasus penyelundupan manusia menjadi perhatian kepala negara.
“Presiden Joko Widodo secara khusus telah menginstruksikan aparatur penegak hukum untuk mencegah dan memberantas kejahatan transnasional seperti penyelundupan manusia dari Indonesia ke luar negeri,” ujar mantan Direktur Utama Krakatau Steel itu.
Para pelaku perdagangan manusia atau human trafficking yang melibatkan WNI menggunakan modus baru berupa online scamming, seperti, love scam, pencucian uang, investasi bodong, dan lainnya.
Para pelaku merekrut dan menjerat korban dengan iming-iming akan mendapatkan pekerjaan yang menggiurkan di negara tetangga. Namun, mereka justru dijerumuskan dalam jerat eksploitasi.
Related News
Polda Sulsel Ungkap ada 17 Tersangka Penimbun 18.905 Liter BBM Subsidi
Hari Ke-7 Pencarian Rombongan Jurnalis, Operasi SAR Harap Diperpanjang
BULOG Gandeng Wilmar Perkuat Bisnis Beras Premium di Ritel Modern
MTQ Nasional XXXI Jateng Diproyeksi Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun
Prabowo: Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia
Hari Ke-6 Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis di Perairan Selatan GAK





