Ditopang Laba Rp56,3 Triliun, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri
:
0
Kawasan industrial pusat gedung Bank Mandiri di Jakarta. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menutup 2025 dengan capaian laba mumpuni dan melampaui ekspektasi pasar. Pada kuartal IV-2025, laba bersih bank pelat merah ini mencapai Rp18,6 triliun, melonjak 40 persen secara kuartalan (qoq) dan 35 persen secara tahunan (yoy). Sepanjang 2025, laba bersih terkumpul Rp56,3 triliun atau tumbuh tipis 1 persen yoy.
Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, dalam risetnya menilai realisasi tersebut sejalan dengan proyeksi internal dan bahkan melampaui konsensus pasar.
“Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan estimasi kami dan lebih tinggi dari konsensus masing-masing sebesar 101% dan 110%,” ujar Venny dikutip Rabu (18/2/2026).
Dari sisi margin, net interest margin (NIM) tercatat 4,9 persen pada 2025, turun 26 basis poin yoy akibat penurunan yield kredit yang hanya sebagian terkompensasi oleh turunnya cost of fund. Meski demikian, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) 1,1 persen dan loan at risk (LAR) 6,5 persen.
Intermediasi juga menunjukkan perbaikan. Kredit tumbuh 13 persen yoy, ditopang ekspansi kredit korporasi yang melesat 23 persen dan komersial 12 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat dengan CASA naik 12,6 persen yoy menjadi Rp1.431 triliun. Rasio Loan to Deposit (LDR) terjaga di kisaran 89 persen, mencerminkan likuiditas yang relatif stabil.
Untuk 2026, manajemen BMRI membidik pertumbuhan kredit 7–9 persen yoy dengan NIM di kisaran 4,6–4,8 persen, Cost of Credit (CoC) 0,6–0,8 persen, serta Cost to Income Ratio (CIR) 42–43 persen.
Analis Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi dan Axel Azriel, memperkirakan pertumbuhan laba tahun ini akan lebih ditopang oleh pendapatan non-bunga, terutama dari monetisasi aplikasi Livin’ dan penguatan fee berbasis ekosistem digital.
Selain itu, opex diperkirakan relatif datar atau bahkan menurun, setelah adanya penyesuaian satu kali (one-off) pada 2025. Secara konservatif, opex BMRI diprediksi hanya naik 3 persen yoy, sehingga Cost to Income Ratio (CIR) berpotensi turun menjadi 44 persen pada 2026 dibandingkan 2025 yang mencapai 46 persen.
“Secara keseluruhan, kami memproyeksikan pertumbuhan laba BMRI sekitar 6% pada 2026 menjadi Rp 58,7 triliun atau 6,3% di atas konsensus yang sebesar Rp 55,2 triliun,” tulis Jovent.
Menengok rekomendasinya, Indo Premier menetapkan saran Buy dengan target harga (TP/Target Price) Rp6.400.
Related News
Pendapatan Melesat 121,58%, GULA Balikkan Rugi Jadi Laba di Q2-2026
Setelah akuisisi CJ feed , De Heus Group Akuisisi Aset AYAM
DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Siap Tampung?
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen





