Divestasi Teh Sariwangi Berbuah Dividen Jumbo, Kas UNVR Susut Drastis
:
0
Divestasi Teh Sariwangi Berbuah Dividen Jumbo, Kas UNVR Susut Drastis. Foto EmitenNews
EmitenNews.com - Laporan keuangan interim PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) untuk periode Semester I-2026 mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar 37,77% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp2,97 triliun, dibandingkan Rp2,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, pencapaian bottom line ini memerlukan pembacaan yang cermat terkait kualitas laba (quality of earnings).
Pertumbuhan laba bersih yang signifikan tersebut sebagian besar tidak berasal dari ekspansi penjualan barang konsumsi harian secara organik, melainkan didorong oleh realisasi keuntungan satu kali (one-off gain) atas pelepasan unit bisnis non-inti. Simak telaah mendalam performa keuangan dan bisnis UNVR di kuartal kedua tahun ini.
Peta Jalan Transformasi Portofolio Unilever Indonesia
Sesuai dengan pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Nomor 37 dan 38, manajemen UNVR tengah mengeksekusi agenda perampingan portofolio secara menyeluruh melalui tiga gelombang restrukturisasi utama. Gelombang pertama ditandai dengan pengalihan unit bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia dengan nilai transaksi mencapai Rp7 triliun, yang telah berlaku efektif sejak 8 Desember 2025. Pada laporan keuangan Semester I-2026, transaksi gelombang pertama ini mencatatkan dampak arus kas keluar berupa penyelesaian kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp770 miliar.
Gelombang kedua restrukturisasi terealisasi pada periode berjalan melalui pelepasan unit bisnis teh dengan merek SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, bagian dari Grup Djarum. Transaksi senilai Rp1,50 triliun, di luar PPN sebesar Rp165 miliar, ini resmi efektif per 2 Maret 2026. Pelepasan bisnis teh tersebut memberikan dampak keuangan yang signifikan pada Semester I-2026 berupa pencatatan gain on sale bersih setelah pajak sebesar Rp870,27 miliar serta penerimaan arus kas masuk sebesar Rp1,50 triliun.
Sementara itu, gelombang ketiga restrukturisasi mencakup rencana kombinasi bisnis untuk segmen makanan (foods) bersama McCormick & Company, Inc., yang diumumkan pada 31 Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2027. Pada Semester I-2026, skema kombinasi bisnis ini belum memberikan dampak finansial terhadap pos laba rugi maupun arus kas perusahaan karena masih berada dalam tahap evaluasi dampak serta pemenuhan kondisi prasyarat.
Hitung-Hitungan Cuan dari Divestasi Bisnis Teh
Secara menyeluruh, total laba bersih dari operasi yang dihentikan dilaporkan sebesar Rp887,86 miliar pada Semester I-2026. Angka ini merupakan gabungan dari dua komponen utama, yaitu kontribusi operasional berjalan bisnis teh selama dua bulan pertama tahun 2026 dan keuntungan bersih atas pelepasan aset bisnis teh itu sendiri.
Selama periode Januari hingga Februari 2026, operasional bisnis teh membukukan pendapatan sebesar Rp178,75 miliar dengan beban operasional sebesar Rp156,37 miliar, sehingga menghasilkan laba sebelum pajak operasional sebesar Rp22,38 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan operasional sebesar Rp4,80 miliar, kontribusi laba bersih operasional bisnis teh tercatat sebesar Rp17,59 miliar.
Komponen terbesar berasal dari pelepasan bisnis teh yang membukukan laba penjualan sebelum pajak sebesar Rp1,08 triliun, yang dihitung dari selisih antara nilai transaksi sebesar Rp1,50 triliun dengan nilai buku aset terkait. Setelah memperhitungkan kewajiban pajak transaksi penjualan sebesar Rp214,05 miliar, perusahaan membukukan keuntungan penjualan bersih setelah pajak (one-off gain) sebesar Rp870,27 miliar.
Related News
Gerai Tambah Banyak, Ini Strategi Laba Bersih MIDI Melesat 24%
Laba GJTL Meroket 76%, Rahasia Bisnis dan Keyakinan Lo Kheng Hong
Dari SWF Norwegia Hingga Dapen Malaysia, Ini Daya Tarik AKRA
SMSM Saham Genggaman Vanguard & Fidelity, Apa yang Membuatnya Menarik?
Laba BMRI Naik 24% Meski Kredit Susut, Ini Kekuatan Mesin Bisnisnya
Omzet AKRA Melesat 44%, Digendong Proyek KEK JIIPE & SPBU BP





