Dividen Final Bank Mandiri (BMRI) Rp377 per Saham, Yield 8,4 Persen
:
0
Logo Bank Mandiri (BMRI).
EmitenNews.com - Pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp44 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (29/4/2026).
Dalam paparannya, Zulkifli Zaini, Komisaris Utama BMRI dalam agenda kedua RUPST BMRI menyampaikan bahwa jumlah dividen tersebut setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) 79 persen dari laba bersih 2025. Angka ini naik tipis dibanding payout ratio tahun buku 2024 yang sebesar 78 persen.
Dari total dividen Rp44 triliun, dividen final yang akan dibagikan ke pemegang saham mencapai sekitar Rp377 per saham. Berdasarkan harga saham BMRI intraday hari ini Rabu (29/4) di level Rp4.460 per saham, dividen final tersebut mengindikasikan dividend yield atau imbal hasil sekitar 8,4 persen.
Namun demikian, Zulkifli tidak merinci lebih lanjut dan belum mengumumkan jadwal cum dividen final maupun tanggal pembayaran dividen.
Sebagai catatan, sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham pada Januari 2026.
Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan yakni sebesar Rp35,15 triliun atau setara Rp376,95 atau genapnya Rp377 per saham. Sedangkan sebesar 21 persen atau sejumlah Rp11,82 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah Perseroan
Pembagian dividen senilai Rp44,47 triliun atau setara 79 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Rekor dividen yang disepakati RUPST memperkuat rekam jejak Bank Mandiri sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar di tataran BUMN.
Ke depan, Bank Mandiri akan melanjutkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi program prioritas nasional.
Persetujuan Buyback Saham
Related News
Aset Gemuk, Laba IRSX Melambung Ratusan Persen
BTN Jajakan Obligasi Jumbo, Simak Alokasinya
Saham GMFI Menuju Gocap, Laba Menanjak 23,54 Persen
PPGL Tabur Saham Bonus, Telisik Jadwalnya
Gerakkan Saham, MBMA Buyback Rp1,38 Triliun
Penuhi Free Float BEI, Bank JTrust (BCIC) Buka Opsi Investor Strategis





