Dolar Melemah ke 99,5 Setelah Spekulasi Bunga Fed Mereda
:
0
Indeks dolar Amerika Serikat diperdagangkan di kisaran level 99,5 pada Selasa. (Foto: Lite Finance)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat diperdagangkan di kisaran level 99,5 pada Selasa. Posisi ini berfluktuasi di dekat tingkat terendah dalam dua bulan terakhir setelah para pedagang memangkas ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini.
Penurunan ekspektasi tersebut dipicu oleh rilis serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang melemah. Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tetap stabil pada pertemuan bulan September mendatang.
Trading Economics merilis laporan berjudul Dolar Melemah karena Prediksi Pelonggaran Kenaikan Prospek Fed. Laporan tersebut menyebutkan bahwa data penjualan ritel dan sentimen konsumen Amerika Serikat mengalami penurunan, sementara tingkat inflasi tercatat tetap rendah.
Pasar juga tidak lagi sepenuhnya memperkirakan adanya kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, berbeda dengan proyeksi pada pekan sebelumnya. Investor kini menantikan rilis risalah pertemuan The Fed bulan Juli serta pernyataan Ketua Kevin Warsh pada simposium tahunan Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter.
Di sisi lain, para pedagang tetap mewaspadai risiko inflasi seiring meredupnya prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap Presiden Donald Trump yang menyatakan tidak tertarik memperpanjang kesepakatan perdamaian sementara turut menambah ketidakpastian di pasar global.
Pelemahan indeks dolar AS hingga ke level 99,5 ini memberi angin segar bagi perekonomian Indonesia. Penurunan nilai tukar mata uang Paman Sam tersebut berpotensi meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta mengurangi beban biaya impor bahan baku dan energi bagi industri nasional.(*)
Related News
Inflasi AS Tekan Emas Dunia, Antam Turun Rp25.000/Gram
Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Tetapkan ICP Agustus USD89,43
Perketat Pengawasan BBM Subsidi, Pertamina Ambil Alih SPBU Nakal
CPI Perkuat Ekspektasi Bunga Fed Naik, Emas Tertahan di USD4.300
Pasar AS Wait and See Menanti CPI, Wall Street Merah 4 Hari
Konflik AS-Iran Panas, Brent Tembus USD109 Ancam APBN





