Dolar Melemah, Tapi Rupiah Masih Berisiko Melemah
Meski dolar AS sedikit melemah di awal pekan ini, namun nilai tukar rupiah diperkirakan juga masih berisiko melemah.
EmitenNews.com - Meski dolar AS sedikit melemah di awal pekan ini, namun nilai tukar rupiah diperkirakan juga masih berisiko melemah. Karenanya analis pasar uang, Ariston Tjendra menyarankan pelaku pasar tetap waspada.
Pada akhir pekan, Jumat (13/12/2024), nilai rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah menembus Rp16.008 per dolar AS.
"Indeks dolar pagi ini bergerak di level 106,85. Lebih rendah dibandingkan dibandingkan hari Jumat pagi pekan lalu di level 107," kata Ariston, Senin (16/12/2024).
Tapi, tambah Ariston, perhatian pasar akan tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat. The Fed akan mengumumkannya pada Kamis dinihari waktu Indonesia.
"Oleh karena itu ada kemungkinan pergerakan rupiah terhadap dolar AS menjelang event tersebut tidak akan banyak. Dolar dan Rupiah akan berkonsolidasi," ucap Ariston.
Menurutnya, pasar kemungkinan tidak akan mengambil posisi yang agresif. The Fed juga berpotensi memberi sinyal keengganan menurunkan suku bunga lagi.
"Sikap The Fed karena melihat data-data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini. Seperti data inflasi yang menunjukkan kenaikan melebihi proyeksi," ujar Ariston.
Sehingga Ariston memperkirakan potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.050. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.970 per dolar AS.(*)
Related News
Pengangguran Terbuka 2025 4,74 Persen, Rata-Rata Upah Buruh Rp3,3 Juta
Presiden Minta Reformasi Sektor Keuangan dan Pasar Modal Digeber
Turun Rp100.000, Harga Emas Antam Jauhi Rp3 Juta Per Gram
BPS: Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen
Proyek MRT Jakarta Tembus Balaraja Dimulai, 7 Pengembang Kakap Ikut
BPS Catat Ekonomi Banten Sepanjang 2025 Tumbuh 5,37 Persen





