Dorong Ekonomi Daerah, ASDP Perkuat Konektivitas Lintas Jarak Jauh
:
0
Melalui anak usahanya PT Jembatan Nusantara (JN), ASDP memperkuat konektivitas nasional dengan pengembangan layanan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry/LDF) lintas Balikpapan, Kalimantan Timur-Parepare, Sulawesi Selatan. Sasarannya, mendorong kemajuan ekonomi daerah. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tingkatkan kinerja untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah. Melalui anak usahanya PT Jembatan Nusantara (JN), ASDP memperkuat konektivitas nasional dengan pengembangan layanan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry/LDF) lintas Balikpapan, Kalimantan Timur-Parepare, Sulawesi Selatan. Sasarannya, mendorong kemajuan ekonomi daerah.
"Salah satu rute strategis yang terus dioptimalkan adalah lintasan Balikpapan-Parepare, yang menjadi tulang punggung mobilitas logistik dan penumpang antarpulau di kawasan Indonesia tengah dan timur," kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin dikutip di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Layanan jarak jauh merupakan bentuk nyata transformasi peran ASDP dalam logistik maritim. Bukan sekadar penyeberangan, tapi solusi konektivitas nasional yang efisien dan strategis untuk mendukung distribusi logistik, ketahanan pasok, serta pertumbuhan ekonomi berbasis konektivitas laut.
Kehadiran layanan LDF JN bukan hanya menopang kinerja operasional perusahaan, namun juga memberikan dampak nyata terhadap kelancaran distribusi logistik, penguatan rantai pasok bahan pokok. Juga meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah yang dilayani.
Layanan itu bukan semata soal penyeberangan, tetapi menyatukan Indonesia. Dengan moda kapal yang mampu mengangkut kendaraan logistik sekaligus penumpang, efisiensi distribusi menjadi lebih tinggi.
"Ini mempercepat mobilitas barang dan orang, serta mendukung pemerataan ekonomi di wilayah yang terhubung,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2024, JN mencatat kinerja positif di lintasan Balikpapan-Parepare dengan melayani 38.883 penumpang dan 10.124 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.431 unit kendaraan golongan II, 4.078 kendaraan pribadi, dan 4.615 unit truk logistik.
ASDP mencatat, trend positif itu berlanjut pada semester I tahun 2025, dengan total 29.235 penumpang dan 7.569 unit kendaraan telah dilayani. Komposisinya meliputi 1.338 kendaraan golongan II, 3.508 kendaraan golongan IV, dan 2.698 truk logistik.
"Dari tren ini tercermin bahwa permintaan terhadap layanan LDF terus meningkat, seiring pentingnya konektivitas maritim bagi sektor logistik dan perdagangan nasional," kata Shelvy.
Lintasan Balikpapan-Parepare memiliki jarak tempuh sekitar 250 mil laut dan memerlukan waktu pelayaran sekitar 22 jam dalam kondisi cuaca baik.
Related News
May Day 2026, Begini Kejutan Lain dari Prabowo Untuk Pengemudi Ojol
Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang, di Luar Itu Terlarang
May Day di DPR Senayan, Cek Lima Tuntutan Aksi Massa Buruh GEBRAK
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat





