EmitenNews.com - Dian Swastatika (DSSA) menginjeksi Bali Media Telekomunikasi (BMT) senilai USD502,56 juta alias setara Rp8,54 triliun. Itu dengan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Maret 2026 sebesar Rp16.993 per dolar Amerika Serikat (USD).

Transaksi itu dilakukan dengan skema DSST Mas Gilang, anak usaha perseroan, menyerap 8.539.999.121 saham BMT pada harga pelaksanaan Rp1.000 per lembar. Penuntasan transaksi terssebut, sebagai langkah strategis memperkuat fondasi bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, dan mempercepat integrasi ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

DSSA meyakini transaksi tersebut akan mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan melalui peningkatan sinergi, optimalisasi sumber daya, penguatan posisi, dan daya saing dalam menghadapi perkembangan industri dan peluang pasar. Tindakan korporasi itu dilandasi sejumlah pertimbangan, dan alasan mendasar.

Di mana, aksi tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan strategi untuk memperkuat posisi bisnis, dan membangun ekosistem layanan digital yang memiliki daya saing, dan berkelanjutan. Itu penting untuk mendukung pencapaian visi perseroan sebagai penyedia solusi digital terintegrasi Indonesia.

Transaksi itu, merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas kapabilitas usaha, dan menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang kokoh. Sejalan dengan itu, DSSA memandang perlu untuk DSST melakukan penguatan struktur permodalan pada BMT untuk memastikan tersedianya kapasitas pendanaan memadai untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan BMT, mendukung pelaksanaan strategi bisnis, investasi, kebutuhan modal kerja, dan berbagai proyek strategis sejalan dengan tujuan jangka panjang perseroan. 

Bangun Ekosistem Infrastruktur Digital dan Teknologi

Per 31 Maret 2026, DSSA membukukan pendapatan usaha USD693,2 juta, dan laba periode berjalan mencapai USD118,5 juta. Selain itu, DSSA juga mencatat total aset USD4,6 miliar, dan posisi ekuitas sebesar USD2,4 miliar.

Pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan penetrasi internet, dan akselerasi transformasi digital berbagai sektor mendorong kebutuhan infrastruktur digital makin terintegrasi, andal, dan berkapasitas tinggi. Di tengah perubahan itu, keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan layanan berdiri sendiri, melainkan kemampuan menghadirkan ekosistem digital terintegrasi dari konektivitas hingga layanan bernilai tambah.

Sebagai bagian dari strategi itu, DSSA menuntask akuisisi saham Bali Media Telekomunikasi (BMT), pemilik 24,57 persen saham XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL). Melalui aksi korporasi itu, DSSA memperoleh kepemilikan tidak langsung EXCL melalui BMT, sekaligus memperkuat posisi DSSA dalam memperluas kapabilitas sektor telekomunikasi sekaligus memperkuat fondasi ekosistem digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan jangka panjang.

Pengembangan Ekosistem Infrastruktur Digital dan Teknologi