Dua Saham Melonjak Ratusan Persen Disorot! Satunya Lanjut ARA
:
0
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) dalam pemantauan otoritas Bursa akibat aktivitas transaksi yang tergolong tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).
Pasca pengumuman UMA, pada pembukaan perdagangan Senin (13/10) saham AYLS justru melambung ke Auto-Rejection Atas (ARA) di Rp274, melonjak 24,55% atau naik 54 poin. Sedangkan saham MORA pasca pengumumaman UMA hari ini turun 35 poin atau 3,85 persen ke level Rp875
AYLS dalam sebulan terakhir naik 107,55% dari Rp106 pada (13/9). Dalam enam bulan terbang 306 persen dari harga Rp61 pada 14 April 2025.
AYLS dalam setahun terakhir (Year-on-Year) performanya menanjak fantastis dengan kenaikan harga hingga 257,33% dari Rp75 pada (13/10/2024).
MORA dalam seminggu terakhirnya mencatatkan kenaikan 94,44% setara naik 442 poin di Rp910. Dalam sebulan terakhir MORA mengalami kenaikan hingga 109,68% dari Rp434 pada (13/9). Dalam enam bulan 108,7 persen dari harga Rp412 pada 12 April 2025.
MORA dalam setahun terakhir (Year-on-Year) performanya masih menguat hingga 104,95% dari Rp444 (13/10/2024).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menyampaikan, status UMA terhadap kedua saham tersebut berlaku efektif mulai Senin (13/10/2025). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif menjaga integritas dan keteraturan perdagangan di pasar modal.
“Penetapan UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran, namun merupakan sinyal agar investor lebih memperhatikan keputusan investasinya,” ujar Yulianto dalam keterangannya.
Related News
BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Emiten hingga Kuartal I-2026
Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen, BI Ungkap Faktor Pendorongnya
IHSG Versus MSCI, Ini Reaksi BEI Jawab Kekhawatiran Investor
Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, BI Perkuat Struktur Bunga SRBIĀ
Ketidakpastian Prospek Gencatan Senjata AS-Iran, Rupiah Ikut Melemah
Mimpi Buruk Emiten Berstatus HSC





