IHSG Versus MSCI, Ini Reaksi BEI Jawab Kekhawatiran Investor
:
0
Poret petugas tengah membersihkan lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia atau BEI merespons kekhawatiran investor terkait evaluasi yang dilakukan oleh MSCI Inc. terhadap pasar modal Indonesia.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam pernyataannya kepada media, Rabu (22/4/2026) menerangkan komunikasi antara BEI dan MSCI berjalan konstruktif dan tetap fokus pada reformasi yang telah dilakukan.
“BEI selalu menjalin diskusi aktif dengan MSCI. Pembicaraan dengan MSCI berjalan konstruktif dan positif. MSCI juga sudah meng-acknowledge seluruh market transparency reform yang sudah dilakukan oleh OJK, BEI dan KSEI, hal ini juga sudah disebutkan dalam pengumuman MSCI pada 21 April 2026. Dalam pembicaraan terakhir fokus kepada market reform yang sudah dilakukan oleh OJK, BEI dan KSEI,” ucap Nyoman.
Ia menambahkan, saat ini MSCI masih dalam tahap evaluasi dan pengumpulan masukan dari pelaku pasar global.
“BEI dan MSCI akan aktif melakukan diskusi dan kami akan menjelaskan concern yang masih dimiliki oleh MSCI. Sebagaimana dalam pengumuman MSCI, saat ini MSCI sedang melakukan assessment atas market transparency reform yang sudah dilakukan dan juga saat ini MSCI meminta feedback kepada client dan pelaku pasar atas reformasi yang dilakukan di Pasar Modal Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, BEI juga menyiapkan sejumlah inisiatif untuk menjawab kekhawatiran investor, termasuk penguatan komunikasi publik.
“BEI akan terus melakukan edukasi kepada publik dan pelaku pasar terkait market transparency reform dan menjawab concern dari pelaku pasar dengan menyediakan hotdesk dedicated agar dapat menjalin komunikasi yang lebih intense dan accommodative,” tambah Nyoman.
Berlanjut, BEI mulai mengimplementasikan reformasi pada indeks unggulan yang mengecualikan High Shareholding Concentration (HSC).
“BEI juga mulai melakukan implementasi atas indeksasi flagship IDX (IDX30, LQ45 dan IDX80) terkait transparency reform seperti tidak memasukkan saham yang ada dalam HSC dalam konstituen Index Flagship IDX,” terang Bos BEI itu.
Menurut Nyoman, respons pasar terhadap reformasi tersebut tecermin dari penguatan IHSG sejak awal April.
“Sejak penyelesaian market transparency reform diumumkan di tanggal 2 April 2026, kalau kita lihat IHSG sudah menunjukkan peningkatan sebanyak 8% dari 7.026 (basis) poin sampai dengan kemarin ditutup 7.559 poin. Hal ini juga mencerminkan publik dan investor menyambut positif atas reform yang sudah dilakukan,” pungkas Nyoman. ***
Related News
Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen, BI Ungkap Faktor Pendorongnya
Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, BI Perkuat Struktur Bunga SRBIĀ
Ketidakpastian Prospek Gencatan Senjata AS-Iran, Rupiah Ikut Melemah
Mimpi Buruk Emiten Berstatus HSC
OJK Klaim Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI, Apa Kelanjutannya?
Jamin Penguatan Pasar Modal, BEI Terus Komunikasi dengan MSCI





