Dukung Likuiditas SUPR, MUFG Perpanjang Kredit Jumbo Rp2,5 Triliun
Ilustrasi menara telekomunikasi (stptower.co.id)
EmitenNews.com - Emiten menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melaporkan keberhasilan memperpanjang fasilitas kredit jumbo senilai Rp2,5 triliun dari MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta. Perpanjangan fasilitas tersebut efektif hingga 31 Desember 2026 dan menjadi sinyal kuat kepercayaan perbankan global terhadap prospek bisnis Perseroan.
Manajemen SUPR, melalui saluran keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 19 Desember 2025, menjelaskan, perpanjangan fasilitas kredit ini dituangkan dalam Surat Perubahan atas Perjanjian Fasilitas tertanggal 23 Desember 2024, yang ditandatangani oleh SUPR bersama entitas satu grup, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), serta PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), dengan MUFG sebagai kreditur.
Sebagai informasi, Protelindo merupakan pemegang saham pengendali SUPR dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung mencapai 97,33 persen, sehingga dukungan pendanaan ini mencerminkan kekuatan sinergi grup dalam menjaga stabilitas keuangan dan ekspansi jangka menengah.
Sementara, Iforte adalah anak perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki Protelindo dan IBST merupakan anak perusahaan Iforte yang 99,98% sahamnya dimiliki secara langsung.
Direktur PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Wong Tjin Tak, menegaskan bahwa perpanjangan fasilitas kredit tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi Perseroan dalam mengelola arus kas serta mempercepat strategi pertumbuhan.
“Perpanjangan fasilitas kredit ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk mendukung operasional serta ekspansi bisnis,” ujar Wong Tjin Tak dalam suratnya yang ditandatangani bersama Direktur SUPR lainnya, Wellington.
Related News
Kinerja 2025 Melonjak, DCII Tetap Kebut Ekspansi di 2026
SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
Cetak Laba Bersih Rp1,54T, Tekad Bank Jatim Jadi BPD Nomor Wahid
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen





