EDGE Minta Delisting Sukarela Usai 5 Tahun Melantai di Bursa
Pengurus Indointernet kala menjelaskan kondisi terkini perusahaan. Sumber foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Indointernet Tbk. (EDGE) melayangkan rencana penghapusan pencatatan saham (voluntary delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI), meski baru sekitar lima tahun melantai di Bursa.
Rencana delisting EDGE juga muncul di tengah dorongan regulator untuk meningkatkan standar free float emiten. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI saat ini tengah mengkaji peningkatan batas minimum free float secara bertahap dari 7,5% menuju 15%.
Langkah tersebut ditandai dengan penguncian sementara (suspensi) perdagangan saham EDGE yang berlaku efektif mulai Selasa (10/2/2026).
Penguncian saham EDGE dilakukan atas dasar permohonan resmi dari manajemen perseroan yang diajukan pada Senin (9/2/2026). Dalam permohonannya, perseroan menyampaikan rencana perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup secara sukarela (go private).
Sejalan dengan rencana go private tersebut, EDGE juga menyiapkan mekanisme pembatalan pencatatan saham di BEI. Otoritas bursa pun langsung merespons dengan mengingatkan investor agar mencermati keterbukaan informasi yang akan disampaikan perseroan ke depan.
“Bursa meminta kepada pihak-pihak terkait untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” demikian pengumuman resmi BEI yang ditandatangani Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Adi Pratomo Aryanto bersama Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A, dikutip Selasa (10/2/2026).
EDGE melantai di BEI pada 8 Februari 2021. Tepat lima tahun berjalan, hingga Februari 2026, porsi saham publik EDGE tercatat berada di kisaran 7,9% atau setara 159.598.500 saham. Pada harga terakhir sebelum suspensi di level Rp4.790 per saham, nilai saham publik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp764 miliar.
Sesuai ketentuan pasar modal, emiten yang mengajukan voluntary delisting wajib melakukan pembelian kembali (buyback) atas seluruh saham publik. Skema, harga, dan jadwal buyback EDGE kini menjadi perhatian utama investor.
Pelaku pasar kini menanti kejelasan lebih lanjut terkait realisasi delisting, mekanisme buyback, serta dampak lanjutan terhadap pemegang saham publik EDGE.
Related News
Jual Seluruh Saham JAYA, Prima Globalindo Ketok Palu Pada 4 Maret 2026
Agresif, Pengendali Borong Saham INET Senilai Rp110,28 Miliar
Perkuat Tata Kelola, REAL Fokus Bangun Kepercayaan Investor
Data Center Dominan, DMAS Koleksi Marketing Sales Rp1,6 Triliun
MDIY Geber MESOP Jutaan Lembar Harga Premium
Bunga Menarik, ENRG Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,15 Triliun





