Efek Wall Street, IHSG Ikut Terkerek
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan IHSG melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup menguat cukup signifikan akhir pekan lalu. Itu setelah gubernur The Fed Jerome Powell mengisyaratkan pemangkasan kembali suku bunga acuan bulan depan. Saham diuntungkan kebijakan moneter longgar yaitu sektor teknologi kompak menguat signifikan.
Nvidia melejit 1,7 persen, Meta 2,12 persen, Alphabet 3,17 persen, Amazon 3,10 persen, dan Tesla 6,22 persen. Sebagai catatan, The Fed kali terakhir memangkas suku bunga acuan medio Desember 2024 sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen (total pemangkasan suku bunga 2024 sebesar 75 bps).
Penguatan signifikan indeks bursa Wall Street mmberi sinyal pemangkasan suku bunga acuan pada September 2025 mendatang, dan lonjakan harga sebagian besar harga komoditas diprediksi menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG). Aksi lanjutan investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen positif pasar.
Oleh sebab itu, indeks diprediksi bergerak menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 25 Agustus 2025, indeks akan menjelajahi area support 7.800-7.740, dan posisi resistance 7.920-7.980. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham berikut.
Yaitu, Mitra Adiperkasa (MAPI), Cisarua Mountain Dairy alias Cimory (CMRY), Medco Energy (MEDC), XLSmart (EXCL), Barito Renewables Energy (BREN), dan Bank Jago (ARTO). (*)
Related News
IHSG Sesi I (9/1) Tantang Lagi Level Psikologis 9.000
Biayai Korporasi, Bank Perlu Jaga Keseimbangan Ekspansi dan Risiko
Gembok Dibuka, 5 dari 7 Saham Ini Terbang Mentok ARA
Empat Saham Ini Kena Gembok, Kapan Estimasi Dibuka?
Wall Street Rebound, IHSG Nyungsep
Profit Taking, IHSG Kembali Orbit Zona Merah





