EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup nyaris tak bergerak pada akhir perdagangan Jumat (27/2/2026). Indeks hanya menguat tipis 0,22 poin ke level 8.235,48 dibandingkan hari sebelumnya.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif. Indeks sempat menyentuh level terendah 8.093 dan sempat pula berada di posisi 8.247, melampaui level penutupan sebelum akhirnya kembali melemah tipis jelang akhir sesi.

Pergerakan sektoral terbilang variatif. Tujuh sektor mencatat kenaikan, sementara empat sektor lainnya berada di zona merah. Sektor perindustrian memimpin penguatan dengan lonjakan 4,48%, disusul sektor barang konsumen siklikal naik 2,88% dan sektor barang baku menguat 1,88%.

Di sisi lain, sektor keuangan menjadi penekan terdalam dengan koreksi 0,83%, diikuti sektor infrastruktur turun 0,36% dan sektor kesehatan melemah 0,16%.

Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan volume 47,64 miliar saham dan frekuensi 2,53 juta kali transaksi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp38,25 triliun. Sebanyak 341 saham menguat, 315 saham melemah, dan 163 saham stagnan.

Saham-saham yang mencatat kenaikan harga antara lain TKIM yang melonjak Rp1.350 menjadi Rp17.300 per saham, INCO naik Rp800 ke Rp7.900 per saham, serta SINI menguat Rp700 menjadi Rp13.800 per saham.

Adapun saham yang terkoreksi di antaranya DSSA turun Rp4.975 ke Rp78.925 per saham, UNTR melemah Rp1.800 menjadi Rp28.600 per saham, dan IBST turun Rp470 ke Rp4.500 per saham.

Dari sisi frekuensi, BNBR menjadi saham teraktif dengan 225.392 kali transaksi senilai Rp1,001 triliun. Disusul WMUU sebanyak 123.337 kali senilai Rp364 miliar dan BUMI dengan 96.724 kali transaksi senilai Rp1,2 triliun.