EmitenNews.com - Kalangan ekonom memproyeksi kinerja sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) semakin meningkat pada kuartal pertama tahun 2022i. Sebab, sektor perbankan, khususnya: Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, dinilai berhasil melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (19/4/2022), Eko Listyanto, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, kinerja yang dibukukan Himbara, tahun ini diperkirakan bahkan lebih baik dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2021. 

 

“Sejumlah faktor yang menjadi pendorong membaiknya kinerja bank Himbara pada kuartal I-2022. Di antaranya, meningkatnya konsumsi masyarakat dan tumbuhnya permintaan kredit. Bank BUMN kinerjanya tetap positif, karena ekonomi mulai pulih dan permintaan kredit meningkat," kata Eko Listyanto.

 

Terdongkraknya konsumsi masyarakat yang berimbas pada meningkatnya permintaan kredit, salah satunya dipicu oleh pertumbuhan ekonomi nasional pada tiga bulan pertama tahun ini. Eko berpendapat, proyeksi pemerintah cukup realistis. Alasannya, faktor low base effect triwulan pertama tahun 2021 hanya -0,74 persen. 

 

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melaju pada kuartal I 2021. Pemerintah optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 berpeluang tumbuh 4,5 persen hingga 5,2 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan titik tengah 5,0 persen yoy. 

 

Sedangkan untuk keseluruhan 2022, Sri Mulyani yakin pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4,8 persen yoy hingga 5,5 persen yoy. Itu berarti lebih tinggi dari capaian pada tahun 2021 yang sebesar 3,69 persen yoy.

 

Teuku Riefky, Ekonom Makro Ekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI. Dia bilang, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 bisa tembus di atas 5 persen, sangat masuk akal. Pasalnya, meskipun badai covid-19 belum berakhir, tapi kinerja ekspor Indonesia masih positif. Selain itu, kapasitas produksi industri sudah normal dan konsumsi rumah tangga mulai membaik. 

 

Dengan laju pertumbuhan ekonomi yang mulai positif, menurut Teuku Riefky, kinerja bank-bank Himbara akan moncer pada tiga bulan pertama tahun ini. Indikatornya bisa dilihat dari terus tumbuhnya penyaluran kredit bank Himbara. Ia mengapresiasi pelaksanaan program PEN yang dijalankan bank-bank Himbara, karena terbukti mampu mendorong menggeliatnya pertumbuhan ekonomi. 

 

Berbeda dengan bank swasta, bank-bank BUMN mendapatkan tugas khusus dari pemerintah untuk menjalankan program PEN. Bank swasta tidak dibebani program PEN. Jadi, tidak bisa membandingkan kinerja bank Himbara dengan bank swasta. Artinya, jika bank-bank yang tergabung dalam Himbara mencatat kinerja signifikan pada kuartal pertama tahun ini, hal itu patut diapresiasi. Ini mengingat beban yang ditanggung bank milik negara sangat besar dibanding bank swasta.