EmitenNews.com - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) tengah bersiap melakukan transformasi bisnis besar-besaran di bawah kendali pengendali baru, PT PIMSF Pulogadung (bagian dari Tjokro Group). Melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada laman BEI, Jumat 24 April 2026, emiten ini berencana beralih haluan menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu.

GPSO berencana mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estat, dan perdagangan besar mesin industri. Langkah ini merupakan bagian dari visi Tjokro Group untuk menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap (one stop solution for mechanical) yang menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Untuk mendukung operasional baru, Perseroan akan mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa tanah seluas 15.400 m² di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting).

Nilai Transaksi: Rp78,5 miliar, yang merupakan 183,95% dari ekuitas Perseroan per Desember 2025.

Efisiensi Operasional: Dengan membeli aset yang sudah siap produksi, GPSO dapat langsung mencatatkan pendapatan pada tahun 2026 tanpa harus memulai dari nol (set-up pabrik baru).

Perseroan berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau right issue sebanyak 66.674.000 saham baru atau setara 10 persen dari modal disetor.

Seluruh dana hasil aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk membiayai sebagian pembelian aset JIC. Langkah ini diharapkan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas saham di bursa.

Berdasarkan kajian studi kelayakan, rencana transformasi ini menunjukkan indikator keuangan yang sangat positif:
- Internal Rate of Return (IRR): 34,77%, jauh di atas tingkat diskonto 14,00%.
- Net Present Value (NPV): Bernilai positif sebesar Rp86,63 miliar.
- Payback Period: Investasi diproyeksikan kembali dalam waktu 5 tahun 1 bulan.

Keputusan krusial ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 2 Juni 2026. Mengingat transaksi ini bersifat material dan terafiliasi, persetujuan dari pemegang saham independen menjadi kunci utama pelaksanaan transformasi ini.

Sinergi dengan Tjokro Group yang memiliki pengalaman lebih dari 57 tahun di industri mekanikal memberikan GPSO "tiket masuk" yang kuat ke pasar OEM otomotif dan alat berat. Jika rencana ini berjalan mulus, GPSO tidak lagi hanya menjadi trader, melainkan produsen dengan nilai tambah tinggi, yang berpotensi mendongkrak performa fundamental perseroan dalam jangka panjang.