Emiten Haji Isam (PGUN) Cetak laba Meroket 449 Persen di Kuartal III
Ilustrasi: salah satu ladang sawit milik PGUN.
EmitenNews.com - Emiten sawit Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) membukukan laba bersih Rp101,43 miliar pada kuartal III-2025 atau periode Januari-September 2025. Capaian ini meroket 449 persen dari Rp18,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
laporan keuangan Kuartal III PGUN yang dipublikasikan di keterbukaan informasi BEI, Sabtu (25/10/2025), laba per saham dasar naik menjadi Rp17,68 dari Rp3,22.
Seiring dengan kenaikan laba bersih, perseroan turut meraih penjualan bersih sebesar Rp537,83 miliar. Angka itu naik 139 persen dibandingkan Rp387,82 miliar periode sama di 2024.
Sementara itu, total aset PGUN tercatat sebesar Rp2,48 triliun, liabilitas Rp608,3 miliar, dan ekuitas Rp1,88 triliun per akhir September 2025.
Perlu diketahui Saham PGUN dalam sebulan terakhir naik 28,9 persen dari harga Rp12.800 pada 25 September 2025.Dalam enam bulan terbang 3.103 persen dari harga Rp515 pada 25 April 2025. Secara tahunan (YTD) terbang 3.791 persen dari harga Rp424 pada 8 Januari 2025.
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) didirikan pada tahun 1995 sebagai perusahaan perkebunan dan produsen kelapa sawit. Perkebunan ini mencakup area seluas 12.800 hektare. Juga mengelola pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 60 (sampai 90) ton per jam.
PGUN mencatatkan sahamnya (IPO) di BEI pada 7 Juli 2020 sebanyak 900.000.000 Saham atau 18,01% dari modal disetor.
pada harga perdana Rp 115 per lembar saham. Sedangkan dana IPO yang diraup Rp103.500.000.000
Bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Investindo Nusantara Sekuritas, PT. Panin Sekuritas Tbk, PT. Panca Global Sekuritas.
Related News
Realisasi Dana IPO Nol, Cek Jawaban YUPI Saat Dicecar Pertanyaan BEI
Target 2025 Terlewati, Prapenjualan BSDE Tembus Rp10 Triliun
Permintaan Domestik Jadi Motor, Produksi ANTAM Pecah Rekor
MYOH Ketok Palu, Pinjaman Tahap II Rp25 Miliar Masuk Kas TRJA
Danatama Kapital Jual 5,12 Persen Saham BULL ke Kingswood Union
Prospek Positif, Direktur Utama Borong 19,7 Juta Saham NEST





