Emiten Prajogo (PTRO) Tawarkan Surat Utang Rp1,5T, Bunga 6,5-10 Persen
:
0
Kegiata usaha di tambang PTRO
EmitenNews.com - PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana menerbitkan obligasi dan sukuk berkelanjutan senilai total Rp1,5 triliun sebagai bagian dari upaya penggalangan modal kerja.
Penawaran ini terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024 senilai Rp1 triliun. Obilgasi ini bagian dari obligasi berkelanjutan I Petrosea dengan target dana Rp2 triliun.
Sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea Tahap I Tahun 2024 ditawarkan senilai Rp500 miliar. Sedangkan Sukuk Ijarah bagian dari Penawaran berkelanjutan I Petrosea dengan target dana yang dihimpun Rp1 triliun.
Manajemen PTRO dalam prospektus ynag diterbitka Rabu (13/11) disebutkan, obligasi dan sukuk ini akan dibagi menjadi empat seri dengan tingkat bunga tetap. Seri A memiliki tenor 367 hari dengan bunga tetap 6,50%-7,00%. Seri B memiliki tenor tiga tahun dengan bunga 7,50%-8,50%.
Sementara itu, Seri C bertenor lima tahun dengan bunga 8,25%-9,25%, dan Seri D bertenor tujuh tahun dengan tingkat bunga tetap di kisaran 8,75%-10,00%.
Rangkaian penawaran awal untuk obligasi dan sukuk ini dijadwalkan pada 12-25 November 2024, dengan tanggal efektif pada 6 Desember 2024. Proses penjatahan akan berlangsung pada 11 Desember, diikuti pembayaran investor kepada Joint Lead Underwriters (JLU) pada 12 Desember, dan distribusi elektronik pada 13 Desember.
Surat utang tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 16 Desember 2024.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi, BCA Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, BNI Sekuritas, Sicor Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.
Sebelumnya, pasca diakusisi oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PTRO telah memperoleh dorongan signifikan dengan tambahan kontrak senilai US 1,8 miliar atau sekitar Rp 28,38 triliun dalam sektor pertambangan dan Engineering, Procument, and Construction (EPC).
Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari, menyatakan “Kami memperkirakan akuisisi ini akan berkontribusi pada pertumbuhan yang kuat terhadap pendapatan dalam beberapa tahun mendatang, sementara laba diproyeksikan mengalami pemulihan berkat leverage operasional yang lebih baik,” ujarnya.
Related News
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!
SILO Ngebut di Awal 2026, Laba Melonjak Hampir 15 Persen!
LABA Terus Jualan Saham KRYA, Nilainya Tembus Rp6,63M di April 2026





