Entitas Usaha Banting Setir, Simak Ini Asa INDS
:
0
Suasana sekitar pabrik perseroan tampak tanpa kegiatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indospring (INDS) bakal mendapat dana taktis senilai Rp25,33 miliar. Itu berupa dana setoran dividen anak usaha Indobaja Primamurni (IBPM). Dana dividen tersebut akan diterima perseroan paling telat pada 31 Oktober 2025.
Pendapatan dividen itu, sebagai kompensasi dari kepemilikan 96,5 persen saham Indobaja Primamurni. Kebijakan itu, berdasar keputusan sirkular para pemegang saham Indobaja Primamurni pada Senin, 1 September 2025 lalu.
Selain dividen itu, pemegang saham Indobaja Primamurni juga menyetujui menghentikan operasi dalam segmen industri alat-alat pertanian. Alasannya, market bisnis alat pertanian mengalami Penurunan permintaan pasar.
Indobaja Primamurni sepanjang lima tahun beruntun edisi 2020-2024 boncos, berdasar laporan keuangan auditan. Penghentian operasi itu, tidak berdampak signifikan bagi perseroan. Maklum, pendapatan Indobaja Primamurni edisi 2024 senilai Rp9,36 miliar.
Kontribusi Indobaja Primamurni itu, hanya sekitar 0,30 persen dari pendapatan konsolidasian perseroan periode 2024 sejumlah Rp3,16 triliun. ”Penjualan aset hanya pada kelompok mesin, dan peralatan karena sudah tidak dapat digunakan lagi da?am operasional Indobaja Primamurni,” tegas Bob Budiono, Direktur Indospring.
Selanjutnya, Indobaja Primamurni melakukan Perubahan maksud dan tujuan kegiatan usaha yaitu sewa menyewa tanah, dan bangunan non hunian alias real estate yang dimiliki sediri atau disewa. ”Perubahan kegiatan utama Indobaja Primamuri diharap memberikan kontribusi bagi pendapatan perseroan secara konsolidasian,” harap Bob. (*)
Related News
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!
SILO Ngebut di Awal 2026, Laba Melonjak Hampir 15 Persen!





